Hidayatullah.com–Mantan presiden Aljazair yang belum lama ini mengundurkan diri, Abdelaziz Bouteflika, meminta kepada rakyat untuk memaafkan dirinya lewat sebuah surat yang dipublikasikan kantor berita Algerian Press Agency, lansir BBC (3/4/2019).
Bekas presiden itu, yang berkuasa hampir 20 tahun, mengaku “bangga” dengan kontribusi yang telah diberikannya untuk negerinya, tetapi dia juga menyadari “kegagalannya dalam menjalankan tugas.”
Dia menambahkan bahwa dirinya “meninggalkan panggung politik tanpa kesedihan maupun khawatir dengan masa depan Aljazair.”
Dalam suratnya, bekas presiden berusia 82 tahun itu mengutarakan rasa syukurnya “atas perhatian dan penghormatan” yang telah diterimanya dari “saudara dan saudari” setanah air.
“Melakukan kesalahan adalah manusiawi, saya memohon maaf atas semua kegagalan yang terjadi,” imbuhnya.
Bouteflika juga mengajak seluruh rakyat Aljazair untuk tetap bersatu dan jangan pernah terjerumus ke dalam perpecahan setelah pengunduran dirinya.
Pemimpin gaek itu mengalami stroke pada tahun 2013 dan sejak itu jarang tampil di publik dan sering menjalani perawatan medis di luar negeri.
Upayanya untuk mempertahankan kursi kepresidenan dan memperpanjang masa kekuasaannya ditentang oleh rakyat yang berdemonstrasi sejak bulan Februari.
Abdelkader Bensalah, ketua majelis tinggi parlemen Aljazair menjadi pelaksana tugas-tugas kepresidenan selama tiga bulan sampai pemilihan umum digelar.*