Hidayatullah.com—Hampir 150 pengungsi dan pencari suaka diterbangkan dari ibukota Libya, Tripoli, ke ibukota Italia, Roma, oleh organisasi urusan pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Mereka yang dibawa ke Italia berasal dari Eritrea, Ethiopia, Sudan serta Somalia. Banyak dari mereka membutuhkan perawatan medis dan menderita kekurangan gizi.
Di antara mereka terdapat 65 anak-anak, 13 anak berusia di bawah setahun dan satu anak baru dilahirkan dua bulan lalu.
Banyak pengungsi dan migran dari Afrika yang bertujuan ke Eropa justru terdampar di Libya, dikurung di pusat-pusat detensi imigrasi. Situasi di sana semakin diperburuk dengan aksi saling serang antar kelompok-kelompok bersenjata yang berusaha menguasai ibukota.
“Diperlukan lebih banyak evakuasi kemanusiaan,” kata Jean-Paul Cavalieri, kepala UNHCR di Libya, seperti dikutip BBC Jumat (31/5/2019).
UNHCR mengulangi kembali seruannya agar negara-negara bergerak memberikan bantuan kemanusiaan lebih lanjut dan evakuasi guna memindahkan para pengungsi yang ditahan di Libya ke tempat aman.*