Hidayatullah.com—Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres menunjuk seorang diplomat Amerika Serikat, James Swan, sebagai utusan khusus untuk Somalia menggantikan Nicolas Haysom yang diusir oleh pemerintah Somalia sekitar enam bulan lalu.
Sebelum menyatakan Haysom persona non grata, pemerintah Somalia menuding diplomat asal Afrika Selatan itu “mempermalukan” lembaga internasional tersebut dengan bertindak seolah-olah dia adalah penguasa di Somalia.
Haysom mengangkat kasus pembunuhan para demonstran pendukung Mukhtar Robow, eks militan Islam yang sudah “bertaubat”, oleh pasukan pemerintah.
Pasukan keamanan Somalia diduga terlibat dalam kematian sekitar 15 pengunjuk rasa dan penahanan sekitar 300 orang, kata PBB.
Utusan baru PBB itu merupakan seorang diplomat berpengalaman dan pejabat senior Departemen Luar Negeri Amerika Serikat yang banyak pengalaman bertugas di Afrika, lapor BBC Jumat (31/5/2019).
Swan pernah menjabat dubes AS untuk Djibouti dari Oktober 2008 sampai Juni 2011. Pada bulan Agustus 2013, dia ditunjuk sebagai dubes AS untuk Republik Demokratik Kongo.*