Hidayatullah.com—China mewanti-wanti para pelajar dan akademisinya akan risiko yang mengancam mereka di Amerika Serikat.
Kementerian Pendidikan, dalam sebuah pernyataan singkat, mengatakan bahwa baru-baru ini sejumlah pelajar yang ingin melanjutkan studinya ke Amerika Serikat mengalami beberapa masalah dengan durasi visa mereka yang dibatasi dan meningkatnya penolakan visa, lapor Reuters Senin (3/6/2019).
“Hal ini mempengaruhi para pelajar China yang akan belajar di Amerika Serikat atau menyelesaikan studi mereka dengan mulus,” imbuh kementerian.
“Kementerian Pendidikan mengingatkan para pelajar dan akademisi akan perlunya memperkuat pertimbangan risiko sebelum studi di luar negeri, lebih mengedepankan kewaspadaan dan membuat persiapan dengan baik.”
Akan tetapi, stasiun televisi pemerintah mengutip jubir kementerian Xu Mei mengatakan bahwa meskipun ada ketegangan di bidang perdagangan, “situasi secara umum” bagi para pelajar China di Amerika Serikat masih tetap stabil, dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi di AS menyambut kedatangan mahasiswa China dan kerja sama dengan China.
Pihak kementerian menolak memberikan keterangan ketika dimintai komentar oleh Reuters.
Dari sekitar 360.000 warga China yang belajar di Amerika Serikat setiap tahunnya ada nilai ekonomi hingga $14 miliar yang diperoleh Amerika Serikat, sebagian dari uang sekolah dan biaya-biaya lain.
Tahun lalu, Kedutaan China di Washington mengeluarkan peringatan kepada warga China yang akan melancong ke Amerika Serikat. Mereka memperingatkan agar turis China waspada dengan masalah-masalah seperti mahalnya biaya pengobatan di AS, maraknya penembakan massal, perampokan, serta penggeledahan dan penyitaan oleh petugas pabean.*