Hidayatullah.com–Menteri Kehakiman Israel Ayelet Shaked menyebut gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) sebuah bentuk dari “terorisme”, dalam pernyataan yang dibuat kemarin itu.
Berbicara pada konferensi Jewis National Fund (Dana Nasional Yahudi/JNF) di New York, menteri itu membandingkan kampanye BDS dengan terowongan-terowongan di bawah pagar perbatasan Gaza.
“Terkadang gerakan BDS mendanai sumber-sumber yang identik dengan mereka yang mendanai organisasi teroris,” tuduh Shaked.
Dia menambahkan, “Ini merupakan wajah baru terorisme,” ujar Ayelet Shaked dikutip middleeastmonitor.com belum lama ini.
Menteri itu berpendapat “kritisme terhadap Israel itu sah”, sedangkan kritisme “yang berupaya untuk merusak hak Israel untuk eksis tidaklah sah (tidak sesuai hukum).”
Berbicara di depan hadirin Yahudi Amerika, Shaked menyesali bahwa “terdapat juga para Yahudi liberal muda yang bingung dan disesatkan oleh gerakan ini.”
“Mereka menelan kehobongan yang propaganda Palestina sebarkan. Mereka telah jatuh ke dalam jaring dan mereka bahkan tidak menyadari tentang fakta bahwa mekanisme menarik string itu merupakan teroris dari Islam radikal.”
The Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS) terhadap rezim Israel dimulai pada Juli 2005 yang didukung lebih dari 170 organisasi Palestina. Gerakan awalnya lahir guna mengakhiri apartheid di Afrika Selatan ini kini makin berkembang sangat cepat dan menemukan momentumnya tatkala serangan penjajah Israel menyerang Gaza pada bulan Juli 2014.*/Nashirul Haq AR