Hidayatullah.com—Sementara sepuluh calon ketua Partai Konservatif berusaha menarik perhatian kolega di parlemen agar memberikan suaranya kepada mereka, Menteri Pertama Scotlandia Nicola Sturgeon mengatakan bahwa dirinya tidak berhasrat mendukung salah satu dari mereka.
Dalam wawancara dengan redaktur politik Euronews Darren McCaffrey Selasa (11/6/2019), Sturgeon mengatakan bahwa kesepuluh kandidat itu, yang nantinya otomatis menjadi perdana menteri Inggris menggantikan Theresa May, semua memiliki “prospek buruk.”
“Boris Johnson, Michael Gove, Dominic Raab, semua inia adalah orang-orang yang menyesatkan Inggris dalam referendum Brexit,” kata kepala pemerintahan Scotlandia itu, seraya menambahkan bahwa mereka ikut andil menjadikan Inggris kacau seperti sekarang ini.
Sepuluh kandidat ketua Partai Konservatif Inggris itu adalah mantan menteri luar negeri Boris Johnson, Menteri Luar Negeri Jeremy Hunt, Menteri Lingkungan Hidup Michael Gove, mantan menteri Brexit Dominic Raab, Menteri Kesehatan Matta Hancock, Menteri Dalam Negeri Sajid Javid, Menteri Pembangunan Internasional Rory Stewart, mantan menteri Esther MvBey, mantan katua House of Commons Andrea Leadsom, serta anggota parlemen Mark Harper.
Sturgeon, yang bersikukuh menentang Brexit, mengulangi kembali seruan partainya perihal kemerdekaan Scotlandia, seraya mengatakan bahwa negerinya itu berhak untuk menentukan arahnya sendiri daripada “dikendalikan oleh orang seperti Boris Johnson yang akan mendikte kami.”
Ketika ditanya apakah dia akan menyebutkan siapa pemimpin Uni Eropa yang mendukung kemerdekaan Scotlandia, Sturgeon menjawaba bahwa dia tidak akan meminta mereka untuk berpihak dalam masalah domestik negara manapun.
Saat dimintai komentar tentang pengakuan Michael Gove yang pernah menggunakan kokain lebih dari 20 tahun silam, Sturgeon mengatakan bahwa itu merupakan suatu masalah, tetapi dia berusaha untuk bereaksi tidak terlalu terkejut.
Dia mengatakan bahwa sebagai menteri pendidikan, Gove yang memberlakukan peraturan bahwa calon guru harus menjalani tes bebas narkoba kelas A, itu artinya ada “kemunafikan padanya.”
Dia menyebut penggunakan ganja yang dilakukannya semasa muda “bodoh”.*