Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bangladesh Mulai Pindahkan Kelompok Kedua Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil Rawan Banjir

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 29 Desember 2020 21:04 9:04 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 29 Desember 2020 21:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Bangladesh telah mulai memindahkan kelompok kedua pengungsi Rohingya ke pulau rawan banjir yang kontroversial di Teluk Benggala. Pemindahan tetap dilakukan meskipun mendapat tentangan dari para aktivis hak asasi manusia, demikian lapor Al Jazeera.

Lebih dari 1.600 minoritas Muslim dari Myanmar dibawa ke Bhashan Char awal bulan ini. Menteri Luar Negeri Bangladesh AK Abdul Momen mengatakan hanya di bawah 1.000 orang dalam kelompok terbaru menuju apa yang disebutnya sebagai “resor indah”.

Bus membawa Rohingya dari kamp-kamp di Cox’s Bazar, tempat hampir satu juta pengungsi mencari perlindungan dari kekerasan di negara asalnya, Myanmar, ke pelabuhan Chittagong tempat mereka akan dibawa ke pulau tandus itu.  “Mereka pergi dengan sukarela. Mereka sangat ingin pergi ke Bhashan Char karena mereka telah mendengar dari kerabat mereka, mereka yang telah pergi ke Bhashan Char, bahwa (itu) adalah tempat yang sangat baik,” kata Momen kepada AFP, Senin (28/12/2020).

Dia mengklaim pulau itu “100 kali lebih baik” daripada kamp, dan para pengungsi “mengajukan banding” untuk dibawa ke sana.  “Bhashan Char adalah resor yang indah. Ini adalah resor yang luar biasa. Dan begitu ada yang pergi ke sana, mereka akan menyukainya,” tambah menteri itu.

Dua pria Rohingya dalam kelompok terakhir mengatakan kepada AFP bahwa mereka akan ke pulau itu dengan sukarela. Nur Kamal, seorang Rohingya dari kamp pengungsi raksasa Kutupalang, mengatakan bahwa dia akan bersama kerabatnya di Bhashan Char: “Apa gunanya tinggal di sini (di kamp) tanpa mereka?”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Serajul Islam mengatakan dia akan pergi secara sukarela, bersama lima anggota keluarga.  “Cara komunitas internasional menangani masalah kami, saya tidak melihat masa depan di kamp,” katanya kepada AFP dari bus yang membawanya ke Chittagong.

“Lebih baik saya pergi dan menjalani sisa hidup saya di sana, di perumahan yang lebih baik. Setidaknya saya tidak perlu memikirkan tentang banjir selama musim hujan dan panas yang tak tertahankan di musim panas.”

Lebih dari 700.000 orang Rohingya berlindung di kamp-kamp di Bangladesh pada tahun 2017 setelah tindakan keras mematikan oleh militer Myanmar yang menurut PBB dapat menjadi genosida. Setelah pemindahan pertama pada 4 Desember, beberapa orang Rohingya mengatakan kepada AFP bahwa mereka telah dipukuli dan diintimidasi untuk setuju pindah.

Pemerintah Bangladesh akhirnya ingin menempatkan 100.000 Rohingya di pulau seluas 13.000 acre (56sq km) itu, meskipun ada kritik dari kelompok hak asasi karena isolasi Bhashan Char.  PBB mengatakan belum terlibat dalam proses tersebut.

“Tuduhan dari dalam komunitas tentang insentif tunai yang ditawarkan kepada keluarga Rohingya untuk pindah ke Bhashan Char serta penggunaan taktik intimidasi membuat proses relokasi dipertanyakan,” kata juru kampanye Amnesty International Asia Selatan Saad Hammadi.

Menteri Luar Negeri Momen mengatakan kritik terhadap kebijakan itu “mengarang cerita”.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BangladeshbanjirBhashan CharPengungsi RohingyaTeluk Benggala
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Ali Jaber Positif Covid-19
Tulisan selanjutnya Polda Jawa Timur berlakukan jam malam Tahun Baru 2021 cegah kerumunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Berita
30 Mei 2026 13:05
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?