Hidayatullah.com–Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Rabu (06/09/2017) membandingkan pernyataan anti-Turki oleh politisi Jerman dengan “Nazisme” setelah Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa dia akan berusaha untuk mengakhiri pembicaraan mengenai aksesi Ankara ke Uni Eropa.
“Saya tidak mengatakan Anda seorang Nazi, seorang fasis. Saya menjelaskan kejadian itu … Kejadian itu adalah Nazisme. Itu adalah fasisme,” kata Erdogan, seperti dikutip Arab News, Kamis (07/09/2017), menanggapi komentar Merkel dalam acara debat dengan Martin Schulz, saingannya dari Partai Sosial Demokrat (SPD) di televisi menjelang pemilihan umum pada 24 September.
“Anda telah memasuki masa kampanye pemilihan umum dalam sebuah kompetisi untuk mendapatkan gelar ini,” katanya kepada para pejabat lokal Partai Keadilan dan Pembangunan di Ankara.
“Saya katakan pada Merkel: Jika Anda tidak dapat mentoleransi hubungan Uni Eropa dengan Turki, jangan takut mengatakan itu dan lakukan apa yang perlu!” kata Erdogan.
Dia mengulangi seruannya kepada etnis Turki di Jerman untuk tidak “memberikan suara Anda kepada musuh-musuh Turki,” yang bulan lalu membuat marah para politisi Jerman.
Erdogan menyebut sikap Uni Eropa terkait tawaran aksesi Ankara ke Uni Eropa sebagai “kemunafikan dan amoralitas politik,” dan mendesak Brussels untuk membuat keputusan yang jelas dan “segera” dalam proses tersebut.
“Kami tidak memiliki masalah dengan Uni Eropa. Anda telah membuat Turki menunggu. Turki telah memenuhi semua komitmennya. Uni Eropa yang harus mengambil langkah. Mereka harus menepati janji mereka … atau keluarlah dan katakan ‘kami tidak ingin melanjutkan proses ini.”
Erdogan menegaskan bahwa Turki tidak pindah dari “tujuan strategis keanggotaan Uni Eropa” dan memenuhi kewajiban-kewajibannya.*/Abd Mustofa