Hidayatullah.com—Video penyiksaan brutal hingga mati atas seorang pemuda Muslim di India yang dipaksa memuja dewa-dewa Hindu menjadi viral. Sejumlah orang ditangkap dan ada indikasi kasus itu ditutup-tutupi.
Polisi menangkap 11 orang ditangkap hari Senin (24/6/2019) dalam kaitannya dengan penyiksaan tersebut, setelah keluarga korban menunjukkan rekaman video insiden itu kepada polisi, yang sebelumnya sudah beredar luas di media sosial.
Dalam sebuah rekaman video berdurasi sepuluh menit, Tabrez Ansari, 24, dipukuli dengan batang kayu oleh sedikitnya belasan orang sementara dia diikat disebuah tonggak.
Ansari diduga ditangkap oleh warga ketika, konon katanya, terjadi percobaan perampokan di Jharkhand, negara bagian di timur India. Ketika itu gerombolan massa langsung berkumpul dan main hakim sendiri.
Setelah memaksa Ansari untuk menyebutkan namanya, warga memaksanya berulang kali untuk memuja dewa-dewa Hindu, antara lain “Jai Shri Ram” pujian untuk dewa Rama, yang belakangan ini kerap digaungkan namanya oleh kelompok-kelompok nasionalis Hindu –yang sudah diketahui umum kebenciannya terhadap Muslim.
https://www.youtube.com/watch?v=_wbO9QNc1vI
Penyiksaan dilakukan terhadap Ansari di tempat terbuka selama berjam-jam. Dalam rekaman video yang beredar bahkan terdengar suara orang-orang tertawa dan penyiksaan disaksikan pula oleh anak-anak kecil.
Polisi mengatakan warga menyiksa pemuda itu selama 12 jam sebelum menyerahkannya ke kepolisian. Ketika Ansari dibawa ke kantor polisi, orang-orang yang membawanya mengatakan bahwa dia mengalami luka-luka karena jatuh dari atap saat berusaha melakukan perampokan. Setelah ditolak untuk mendapatkan perawatan medis segera, pemuda itu akhirnya menemui ajal akibat luka-luka yang diderita.
Masalah semakin runyam. Pemerintah negara bagian Jharkhand sekarang menuding kepolisian setempat tidak melaporkan kasus itu ke pihak berwenang yang lebih tinggi. Sejak itu dua petugas kepolisian diberhentikan sementara.
Tidak hanya itu, seorang dokter yang memeriksa Ansari ketika pertama kali dibawa ke kepolisian juga diperiksa. Pasalnya, dia tidak merekomendasikan agar Ansari dirawat di rumah sakit, lapor RT Rabu (26/6/2019).
Perlakuan brutal masyarakat India, yang mayoritas beragama Hindu, terhadap warga Muslim yang minoritas di negara itu bukanlah peristiwa langka.*