Hidayatullah.com–Amerika Serikat meyakini bahwa Hamza, putra dari pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden yang berusia sekitar 30 tahun, sudah terbunuh, kata seorang pejabat AS hari Rabu (31/7/2019).
Pejabat AS itu, yang berbicara tanpa ingin identitasnya diketahui, tidak memberikan penjelasan lebih lanjut termasuk soal kapan dan di mana Hamza meninggal dunia, lansir Reuters.
Sebelumnya pada hari Rabu, Presiden Donald Trump menolak memberikan komentar setelah NBC News pertama kali mengabarkan berita itu. Ditanya apakah dia memiliki informasi intelijen bahwa putra Osama bin Laden itu sudah terbunuh, Trump berkata kepada para reporter, “Saya tidak mau berkomentar soal itu.”
Secara terpisah, Gedung Putih menolak memberikan komentar apakah akan ada pengumuman soal kematian Hamza.
Osama bin Laden dibunuh pasukan khusus AS yang menyerbu rumah persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, pada tahun 2011. Hamza diduga sedang dalam tahanan rumah di Iran kala itu, dan dokumen-dokumen yang ditemukan di rumah persembunyian Osama menunjukkan bahwa orang-orang kepercayaannya berupaya mempertemukan Hamza dengan ayahnya.
The New York Times melaporkan bahwa Amerika Serikat memiliki peran dalam operasi yang menewaskan Hamza, yang konon dilakukan sekitar dua tahun silam. Reuters tidak dapat memverifikasi informasi itu.
Pada bulan Maret, Arab Saudi mengumumkan telah mencabut status kewarganegaraan Hamza bin Osama bin Laden. Menurut Saudi, keputusan itu dibuat atas perintah raja pada bulan November 2018.*