Hidayatullah.com- Wakil Presiden Iran untuk Urusan Wanita dan Keluarga ini Masoumeh Ebtekar dikabarkan positif terinfeksi virus corona baru (Covid-19) pada hari Kamis (27/2). Masoumeh adalah anggota kabinet pertama Iran yang terinfeksi virus.
Virus korona menyebar lebih cepat di Eropa, Timur Tengah dan kawasan lain di dunia. Virus itu pertama kali muncul di pusat Kota Wuhan pada akhir tahun lalu lapor Al Jazeera pada 27 Februari 2020.
Media Iran ILNA sebelumnya mengabarkan lebih dari 22 orang dilaporkan meninggal dunia di kota suci kaum Syiah di Qom, Iran akibat virus corona. Pejabat Iran melaporkan angka kematian terbaru karena virus ini secara signifikan lebih tinggi dibandingkan jumlah kasus infeksi di Negeri Para Mullah itu.
Wakil presiden Masoumeh Ebtekar juga dikenal sebagai juru bicara bahasa Inggris untuk para penyanderan 1979 yang menduduki Kedutaan AS di Teheran dan memicu krisis diplomatik selama 444 hari.
Jumlah infeksi baru di dalam China untuk pertama kalinya disusul oleh kasus baru di tempat lain di Rabu, dengan Italia, Iran dan Korea Selatan muncul sebagai titik panas baru untuk Covid-19.
Penyakit ini juga terdeteksi untuk pertama kalinya di Estonia, Denmark, Georgia, Brazil, Pakistan, Swedia, Norwegia, Yunani, Romania dan Aljazair.
Berbicara pada wartawan dalam briefing harian di Jenewa, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesussays mengatakan epidemik virus corona berada di “titik yang menentukan”.
Meskipun memiliki potensi pandemik, penyebaran virus corona dapat diatas “jika anda bersikap agresif sekarang … anda dapat mencegah orang-orang sakit, anda dapat menyelamatkan nyawa.”
Tedros sebagaimana dikutip Al Jazeera memperingatkan bahwa sebaiknya tidak ada negara yang berasumsi tidak akan mendapatkan kasus. “Itu dapat menjadi kesalahan fatal,” katanya.
Sebelumnya, hari Selasa, Wakil Menteri Keseharan Iraj Harirchi juga telah terinfeksi dan berada di bawah karantina.*