Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Rusia Konfirmasi Ada Mata-Mata Amerika Bekerja di Kremlin

Ama Farah
Terakhir diupdate: 12 September 2019 16:29 4:29 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 12 September 2019 16:29
Bagikan
Kantor CIA.
Bagikan

Hidayatullah.com–Kremlin hari Selasa (10/9/2019) mengkonfirmasi bahwa pernah ada seorang pegawai terduga mata-mata Amerika Serikat yang bekerja di kantor kepresidenan Rusia itu.

Meskipun demikian, menurut keterangan jubir Kremlin Dmitry Peskov, orang tersebut tidak memiliki akses ke Presiden Vladimir Putin dan dia merupakan pegawai rendahan yang “sudah dipecat beberapa tahun silam.”

“Pekerjaannya tidak terkategori posisi senior,” kata Peskov seperti dilansir DW. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki informasi apakah orang itu bekerja untuk dinas intelijen Amerika Serikat CIA.

Pernyataan Peskov itu dikeluarkan menyusul laporan media televisi dan cetak AS, CNN dan The New York Times, yang mengatakan bahwa mata-mata itu ditarik keluar Rusia pada tahun 2017 karena kekhawatiran akan keselamatannya.

“Sua spekulasi di media AS tersebut soal urgensi menarik orang itu keluar, bahwa dia diselamatkan dan seterusnya dan seterusnya –semua itu, Anda tahu, seperti [cerita fiksi] ‘Pulp Fiction’,” ujar Peskov.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baik NY Times maupun CNN mengatakan bahwa aset CIA itu sudah ditanamkan di pemerintahan Rusia selama bertahun-tahun dan berhasil mencapai pejabat tinggi eselon di Kremlin.

Dia diduga mengirimkan bukti kepada pihak intelijen AS tentang arahan Presiden Putin untuk mengusik Pilpres 2016 sehingga Donald Trump lebih unggul dibanding capres Partai Demokrat Hillary Clinton, lapor NY Times.

CIA dikabarkan menarik keluar orang itu pada tahun 2016, setelah detil interfensi Rusia dalam pilpres AS sudah banyak dan liputan media yang sangat luas mulai memicu kecurigaan tentang adanya mata-mata di Kremlin.

Menurut CNN, aset tersebut awalnya menolak ditarik keluar pada tahun 2016, tetapi kemudian CIA mendekatinya lagi pada 2017 dan akhirnya dia setuju.

Akan tetapi laporan yang ditulis CNN itu dibantah oleh CIA dan sekretaris pers Gedung Putih Stephanie Grisham.

“Laporan CNN itu tidak hanya tidak benar, tetapi juga berpotensi menempatkan nyawa banyak orang dalam bahaya,” kata Grisham.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:CIAintelijenKremlin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Di Usia 30 Tahun Pastor Harvest Megachurch Bunuh Diri
Tulisan selanjutnya Gara-Gara Menolak Lepaskan Jilbab, Dua Guru Muslim di Kanada Dipecat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida Rwanda: Pengadilan Belanda Penjarakan Seorang Tersangka Seumur Hidup

Berita
29 Agustus 2026 09:56
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
Mayat Hanyut Hingga ke India, Korban Jiwa Banjir Nepal-China 750 dan >3.000 Orang Hilang
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Terbaru

  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?