Hidayatullah.com—Menteri Dalam Negeri Turki Suleyman Soylu mengatakan seorang wanita yang meninggalkan tas penuh bahan peledak di Istanbul pada hari Ahad telah ditangkap, lapor Sputnik, mengutip TRT World. Turki diguncang peristiwa bom di jalur pejalan kaki di Istiklal Avenue, Istanbul pada Ahad sore.
Soylu mengatakan, bahwa ‘tersangka insiden telah ditangkap. Dilansir Channel News Asia, Senin (14/11/2022) Presiden Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pernyataan mengatakan seorang wanita bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut.
Erdogan juga mengutuk serangan itu dan bersikeras bahwa pelaku yang bertanggung jawab akan dihukum. “Indikasi awal kemungkinan itu adalah bentuk serangan kekerasan,” katanya dikutip AFP sebelum berangkat menghadiri KTT G-20 di Indonesia.
Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan sebelumnya terlihat seorang wanita telah duduk di bangku selama lebih dari 40 menit dan pergi beberapa menit sebelum ledakan terjadi.
Investigasi awal menemukan bahwa Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan tentara YPG-nya, yang telah dikategorikan oleh Ankara sebagai organisasi teroris, dalang di balik insiden itu, menurut Menteri Dalam Negeri.
Wakil Presiden Turkiye Fuat Oktay mengatakan pada hari Ahad bahwa ledakan itu juga mengakibatkan enam orang tewas, 81 orang terluka, 39 di antaranya telah dipulangkan dari rumah sakit.
Sementara itu, Menteri Kehakiman Turki Bekir Bozdag mengatakan seorang wanita terlihat duduk di bangku di Istiklal, sebelum meninggalkan tas penuh bahan peledak di Istanbul pada hari Ahad, yang diduga sebagai tersangka utama dalam insiden tersebut.
Dalam sebuah tangkapan layar yang beredar di media sosial, pelaku mengenakan pakaian doreng layaknya seragam militer.

Gubernur Istanbul, Ali Yerlikaya mengumumkan bahwa insiden mengejutkan itu terjadi di Jalan Istiklal di kawasan Taksim Square pada pukul 16.20 (waktu setempat). Sementara itu, pihak berwenang membenarkan bahwa mereka masih menyelidiki penyebab ledakan yang juga direkam oleh beberapa saksi dan menjadi viral di media sosial.
“Orang-orang lari karena panik. Asap tebal memenuhi wilayah udara segera setelah ledakan keras terjadi,” kata seorang saksi bernama Cemal Denizci yang berada sekitar 50 meter dari lokasi kejadian.
Diketahui, Jalan Istiklal yang menjadi fokus pengunjung termasuk wisatawan untuk berbelanja pernah menjadi sasaran pelaku bom bunuh diri pada 2016 lalu.*