Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Calon Direktur CIA John Brennan Muslim?

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 Februari 2013 08:14 8:14 am
Ama Farah
Dipublikasikan 13 Februari 2013 08:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang mantan agen biro investigasi Amerika Serikat FBI hari Sabtu (9/2/2013) mengatakan ada indikasi bahwa calon unggulan Presiden Obama untuk posisi direktur badan intelijen CIA, John Brennan, telah masuk Islam antara tahun 1996 dan 1999 saat dia menjabat kepala kantor CIA di Riyadh.

Dilansir Al-Arabiya (12/2/2013), agen John Guandolo yang pensiun dari FBI pada 2008 mengatakan kepada Trento Radio Show di AS bahwa Brennan masuk Islam di Arab Saudi dan mengunjungi Makkah dan Madinah saat musim haji bersama dengan para pejabat Saudi, yang kemungkinan mempengaruhi Brennan untuk pindah agama.

Dalam wawancara yang dilakukan lewat Skype itu, Guandolo merujuk pada rekaman video yang menunjukkan Brennan mengatakan hal tersebut saat berada di Arab Saudi, bahwa dia “terheran-heran dengan keagungan haji dan ketaatan mereka yang telah memenuhi kewajibannya sebagai Muslim dengan melaksanakan ibadah tersebut.”

Guandolo menyimpulkan, “video ini mengkonfirmasi Brennan masuk Islam” sebab non-Muslim tidak diperbolehkan mengunjungi Makkah dan Madinah terutama saat musim haji.

Mantan agen FBI Guandolo, yang digambarkan sebagai aktivis anti-Islam oleh stasiun televisi MSNBC yang menyampaikan cerita itu, mengatakan bahwa Brennan “tidak cocok” untuk memimpin CIA.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Fakta-faktu itu … dikonfirmasi oleh para pejabat pemerintah AS yang juga berada di Arab Saudi saat John Brennan bertugas … mereka adalah saksi langsung dari hubungannya yang terus tumbuh dengan orang-orang yang bekerja di pemerintahan Saudi dan mereka menyaksikannya pindah ke agama Islam,” kata Guandolo.

Presiden Barack Obama menjagokan Brennan sebagai pimpinan CIA mendampingin Chuck Hagel yang dicalonkan sebagai menteri pertahanan untuk menjadi garda keamanan Amerika Serikat. Namun, sementara Hagel diperkirakan bakal lolos dan mendapat persetujuan Senat, banyak pihak menilai Brennan belum dipastikan akan mulus jalannya menuju kursi pimpinan CIA.

Tangan Brennan masih bersimbah darah para tahanan yang disiksa di penjara-penjara CIA selama George W. Bush berkuasa. Selain itu, meskipun mengaku secara pribadi tidak setuju dengan waterboarding, Brennan mengaku sangat mendukung serangan-serangan yang dilakukan AS dengan menggunakan pesawat-pesawat tanpa awak (drone), yang mana hal itu tidak disetujui oleh sebagian anggota Senat. Senat berpendapat, serangan drone yang banyak memakan korban sipil, justru menjadi alat masyarakat internasional untuk menyudutkan Washington dalam perang melawan terorisme.

Brennan menjadi penasehat Obama dalam urusan kontraterorisme sejak presiden kulit hitam pertama AS itu menjabat dan dia disebut-sebut sebagai salah satu pemain kunci di belakang skenario operasi penyerbuan yang menewaskan Usamah bin Ladin di Abbottabad, Pakistan, tahun 2011.

Pencalonan Brennan untuk menjabat direktur CIA ini adalah yang kedua kalinya dilakukan oleh Presiden Obama. Pada periode pertamnya sebagai presiden, Obama juga pernah mencalonkan Brennan namun ditolak karena dia dianggap bermasalah terkait metode penyiksaan atas para tahanan CIA semasa presiden George W. Bush yang dikritik tajam oleh dunia internasional.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakai Syal Doa 4 Wanita Yahudi Ditahan Polisi Zionis
Tulisan selanjutnya Mahfud MD Usulkan UU Komunisme dan Kepastian Hukumnya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang

Berita
5 Juni 2026 05:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?