Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Al-Houthi Usulkan ke Saudi untuk Menghentikan Serangan Rudal

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 September 2019 19:09 7:09 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 September 2019 19:09
Bagikan
Kepala kantor politik pemberontak al-Houthi, Mahdi al-Mashat
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemberontak Syiah Houthi dukungan Iran di Yaman mengatakan akan menghentikan serangan drone dan rudal terhadap Arab Saudi jika koalisi yang menarget Yaman melakukan hal yang sama, seorang sumber resmi Houthi mengatakan pada Jumat, hampir satu minggu setelah pemberontak Houthi mengklaim serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.

Teheran, yang mendukung pemberontak Houthi, telah menyangkal keterlibatan apapun dalam serangan itu.

Berbicara di Al Masirah TV, kepala kantor politik pemberontak al-Houthi, Mahdi al-Mashat menyerukan penghentian serangan kedua pihak dan perundingan serius diantara semua pemain yang terlibat.

“Saya meminta semua pihak dari sisi yang berperang untuk terlibat secara serius dalam negosiasi murni yang dapat mengarah pada rekonsiliasi nasional komprehensif yang tidak mengecualikan siapapun,” kata Mashat.

Baca: Houthi Yaman Ancam akan Terus Serang Fasilitas Minyak Saudi

Koalisi militer pimpinan Saudi tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar terkait pengumuman Houthi tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Koalisi negara-negara Teluk dan Afrika pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melakukan intervensi di Yaman pada Maret 2015 setelah pemberontak Syiah Houthi yang memihak Iran menggulingkan pemerintahan yang diakui secara internasional di Sanaa pada akhir 2014.

Mashat mengatakan bahwa Houthi “tidak akan ragu-ragu untuk melancarkan periode penderitaan besar” jika seruan perdamaian mereka diabaikan.

Baca:  Anak-Anak Ikut Jadi Korban Syiah Houthi di Yaman …

Dalam pidatonya, Mashat membual tentang kemampuan militer kelompoknya yang meningkat pesat dan mengatakan “kemajuan signifikan” akan terlihat dalam periode mendatang, terutama dalam pertahanan udara dan rudal.

Houthi mengatakan minggu ini mereka telah memilih lusinan situs di Uni Emirat Arab (UEA), sekutu Arab terbesar Riyadh, sebagai target yang mungkin untuk serangan di masa depan.

Konflik Yaman sebagian besar terlihat di wilayah tersebut sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran dan telah menewaskan puluhan ribu dan mendorong jutaan orang ke ambang kelaparan. */Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiHautsiHouthiiranpemberontak Syiahsyiahyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KAMMI Surabaya juga Tolak RUU P-KS
Tulisan selanjutnya Iraq Menolak Bergabung dalam Aliansi Laut Teluk

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Palestina Terkini

Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis

Palestina Terkini
13 Juli 2026 05:55
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?