Yayasan dana milik Arab Saudi “Al-Haramain” akhirnya telah menutup sejumlah kantor cabangnya di beberapa negara di Eropa, Asia dan Afrika.
Menurut Direktur al-Haramain, Syekh ’Aqil al-’Aqil sebagaimana dikutip kantor berita Saudi, mengatakan, “Sesungguhnya peristiwa yang terjadi belakangan ini menuntut pengkajian kembali penyebaran yayasan secara geografis dan pelaksanaan berbagai macam aktivitasnya.”
Keputusan ini muncul setelah pimpinan Amerika mengatakan, sejumlah yayasan sosial Islam yang tersebar di seluruh dunia ikut memberikan bantuan dana dalam aksi sabotase dunia yang dilakukan oleh kelompok garis keras seperti al-Qaidah.
“Keputusan untuk menutup itu muncul setelah manajemen yayasan melakukan serangkaian pertemuan yang dipimpin oleh Syeikh Shaleh bin Abdul Aziz Ali Syeikh, pembina umum yayasan sekaligus menteri urusan Islam, waqaf, da’wah dan Irsyad,” jelasnya.
“Pertemuan tersebut telah memprioritaskan pada tahap pertama mempelajari kembali seluruh kantor cabang yang ada dan melihat kemungkinannya untuk tetap dilanjutkan secara kemanusian dan materi serta penentuan karyawan Saudi untuk bidang manajemennya,” tambah ’Aqil.
Kantor-kantor cabang yang telah diputuskan untuk ditutup adalah Bosnia, Kroasia, Jerman, Ethopia. Menyusul kemudian Somalia, Kenya, Tanzania, Indonesia dan Pakistan.
’Aqil menjelaskan, kesungguhan yayasan sekarang diarahkan kepada penyebaran yayasan di internal Saudi untuk menambahkan kebesaran aktivitas da’wah dan bantuan “sosial di dalam” sebagai jawaban atas kebutuhan warga negara Arab Saudi kepada pelayanan yayasan dan untuk melaksanakan program da’wah dan sosial sebagaimana telah dilakukan oleh negara.
Berita Simpang Siur
Tentang beredarnya berita simpang siur yang melaporkan ribuan warga barat telah meninggalkan Saudi karena alasan keamanan setelah terjadinya ledakan di Riyadh yang menewaskan 34 orang dan melukai 200 orang beberapa hari yang lalu.
Harian Jumhuriyah Al-Qahirah membantah berita adanya permintaan kepada semua kedutaan Barat yang ada di Arab Saudi agar meninggalkan negara tersebut dengan segera. “Yang terjadi sesungguhnya adalah sebagian pemerintah menasihatkan mereka untuk segera meninggalkan Saudi,” katanya.
Di Indonesia, Al-Haramain merupakan salah satu lembaga sosial yang secara intensif turut membantu memberikan bantuan dana guna berlangsungnya dakwah. Sebelum terjadinya tuduhan membabi buta pihak AS terhadap lembaga-lembaga Islam dengan tuduhan terorisme, Al-Haramain merupakan salah satu diantara lembaga sosial yang banyak memberikan bantuan pada lembaga-lembaga Islam, seperti; sekolah dan pesantren.
Sejak merebaknya tuduhan terorisme, beberapa lembaga Islam yang dulu sempat mendapat dana dari Al-Haramain kini menjadi ikut tersendat. (Seperti dilaporan Moh. Masdum Dari Riyadh)