Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Xenofobia: Menteri Afsel Minta Afrika Menata Migrasi

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 September 2019 20:07 8:07 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 24 September 2019 08:04
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Menteri Hubungan Internasional Afrika Selatan menyeru agar negara-negara di benua Afrika menata masalah migrasi lebih baik.

Komentar Naledi Pandor itu dikemukakan di tengah-tengah maraknya aksi penjarahan dan kekerasan oleh warga Afrika Selatan terhadap para pendatang asing dari negara Afrika lain.

Dua belas orang terbunuh awal bulan ini ketika gerombolan masa yang marah menjarah dan merusak tempat-tempat usaha milik orang asing, terutamanya di wilayah Johannesburg.

Sepuluh korban merupakan orang Afrika Selatan dan dua orang asal Zimbabwe.

Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan kepada BBC bahwa dirinya merasa malu dengan kekerasan xenofobia tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami sangat prihatin dan tentu saja sebagai bangsa kami malu disebabkan hal ini bertentangan dengan etos yang menjadi dasar negara Afrika Selatan,” kata Ramaphosa.

Namun untuk menyelesaikan masalah itu, Naledi Pandor berpendapat bahwa hal itu bukan tanggung jawab Afrika Selatan semata-mata.

Dilansir BBC Sabtu (21/9/2019), berbicara kepada para perwakilan migran politisi wanita itu mengatakan bahwa pemimpin-pemimpin Afrika seharusnya tidak memperburuk kondisi di negara masing-masing, dan tidak berharap negara lain yang akan mengatasi masalah migrasi yang ditimbulkan oleh masalah domestik tersebut.

“Kita perlu bicara tentang peran yang dimainkan negara pengirim dan negara transit dalam membantu negara-negara penerima (migran) seperti Afrika Selatan, Kenya, Uganda dan banyak negara lain, dan tentang bagaimana membantu mereka dalam mengatasi masalah keimigrasian agar jauh lebih efektif,” kata menteri wanita itu dalam pertemuan African Diaspora Forum di Pretoria.

Afrika Selatan menjadi magnet bagi para migran dari berbagai belahan Afrika, sebab merupakan negara yang terbesar dan paling maju perekonomiannya di benua itu.

Akan tetapi, Afrika Selatan sendiri menghadapi masalah pengangguran dan warga lokal merasa pendatang-pendatang asing merebut lahan pekerjaan mereka.

Orang-orang yang bermigrasi ke Afrika Selatan “cenderung miskin dan tidak memiliki keterampilan, seperti halnya jutaan orang kulit hitam di Afrika Selatan,” kata Pandor dalam wawancara di program BBC Hardtalk pekan lalu.

“Dan juga komunitas migran ini menggusur orang Afrika Selatan dari apa yang mereka pikir akan menjadi lowongan pekerjaan baru, dan akibatnya hal tersebut menyulut kemarahan,” imbuhnya.

Menurut Pandor, masalah itu dapat diatasi dengan pemberian pendidikan yang lebih baik sehingga prospek kerja warga Afsel akan semakin besar.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika Selatanxenofobia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Melestarikan Hutan Hujan Gabon Dapat Hadiah $150 Juta
Tulisan selanjutnya Aksi ‘Mahasiswa Kepung DPR’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?