Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PBB: Kematian Morsi “Pembunuhan Sewenang-wenang di Tangan Negara”

Ahmad
Terakhir diupdate: 9 November 2019 15:00 3:00 pm
Ahmad
Dipublikasikan 9 November 2019 15:00
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Kantor Komisi HAM PBB mengatakan kematian Dr Mohammad Morsi mengalami kondisi penjara kejam, terlihat seperti “pembunuhan sewenang-wenang” di tangan negara, kata PBB hari Jumat.

“Kematian Morsi setelah mengalami kondisi itu bisa berarti pembunuhan sewenang-wenang yang disetujui negara,” Agnes Callamard, Pelapor khusus PBB tentang pembunuhan di luar proses hukum, dan Kelompok Kerja PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang, mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis tentang kematian Morsi 17 Juni.

Badan-badan itu menambahkan bahwa kondisi penjara yang tidak memadai dapat membahayakan ribuan tahanan lainnya.

“Kami menerima bukti yang kredibel dari berbagai sumber bahwa ribuan narapidana di seluruh Mesir mungkin menderita pelanggaran serius terhadap hak asasi mereka, banyak di antaranya berisiko tinggi tewas,” kata pernyataan itu.

Pernyataan Jumat oleh Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia mengatakan para ahli menyimpulkan bahwa kondisi yang dialami Mursi “bisa berarti pembunuhan sewenang-wenang yang disetujui oleh negara.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dia terpaksa tidur di lantai beton dengan hanya satu atau dua selimut, dan tidak diizinkan mengakses buku, jurnal, bahan tulis atau radio.

Baca: Mantan Presiden Mesir Mohammad Morsi Meninggal Usai Persidangan  

Pernyataan itu dibuat setelah para aktivis di seluruh dunia melancarkan mogok makan 48 jam minggu ini untuk meningkatkan kesadaran akan nasib para tahanan politik di penjara-penjara Mesir.

“Kematian mantan Presiden Morsi terjadi setelah penganiayaan pemerintah bertahun-tahun, pengurungan yang berkepanjangan, perawatan medis yang tidak memadai, dan perampasan kunjungan keluarga dan akses ke pengacara,” Sarah Leah Whitson, Direktur Human Rights Watch (HRW) Timur Tengah dan Afrika Utara kepada Al Jazeera.

Pengadilan Mesir telah menjatuhkan hukuman mati 75 orang, dan 47 di penjara dalam tindakan keras terhadap protes yang dipimpin oleh Ikhwanul Muslimin pada 2013.

Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, telah mendefinisikan hukuman tersebut suatu keguguran yang berat dan tidak dapat dipulihkan.

Morsi, presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis dinyatakan meninggal pada hari Senin setelah pingsan di dalam kandang kedap suara saat diadili di ruang sidang Kairo.

Baca: Bagaimana Al-Sisi Melakukan ‘Pembunuhan Rahasia’

Tokoh Ikhwanul Muslimin berusia 67 tahun itu memiliki sejarah panjang masalah kesehatan, termasuk diabetes dan penyakit hati dan ginjal, telah berada di balik jeruji besi selama hampir enam tahun setelah terguling dalam kudeta militer berdarah pada Juli 2013 yang dipimpin oleh Jenderal Al-Sisi.

Di penjara Morsi tidak mendapatkan perawatan medis; keluarganya diizinkan untuk mengunjunginya di penjara hanya tiga kali; dan dia ditahan di sel isolasi sebanyak 23 jam sehari tanpa kegiatan luar, yang menurut PBB digolongkan sebagai penyiksaan.

Partai Kebebasan dan Keadilan, yang berafiliasi ke Ikhwanul Muslimin mengatakan kematian Morsi adalah “pembunuhan”.

“Mereka menempatkannya di dalam kurungan khusus selama penahanannya yang melebihi lima tahun, mencegah obat-obatan dan menyediakan makanan yang buruk … Mereka mencegah dokter dan pengacara dan bahkan berkomunikasi dengan keluarganya. Mereka merampas hak asasi manusia yang paling sederhana,” katanya.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, yang merupakan sekutu dekat, menyalahkan “tiran” Mesir atas kematian tersebut sementara Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, menyatakan “kesedihan mendalam”. *

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abdul Fattah al-SisikudetaKudeta MesirMesirMohammad MorsiMuhammad MursiPBBPresiden Mesir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Salam Lintas Agama, MUI Jatim: Muslim Cukup Ucapkan “Assalamu’alaikum…”
Tulisan selanjutnya Dibutuhkan Sistem Pendidikan yang Berdasarkan pada Akidah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?