Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pengadilan HAM PBB: Lula da Silva Berhak Maju Capres Brazil

Ama Farah
Terakhir diupdate: 19 Agustus 2018 09:52 9:52 am
Ama Farah
Dipublikasikan 19 Agustus 2018 09:52
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pengadilan hak asasi manusia yang berada di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa menyatakan Lula da Silva harus diperbolehkan mendaftar sebagai kandidat presiden dalam pemilu yang akan digelar bulan Oktober tahun ini.

Komite HAM PBB hari Jumat (17/8/2018) memutuskan bahwa eks presiden Brazil yang sekarang mendekam dalam penjara, Luiz Inacio Lula da Silva, tidak dapat didiskualifikasi dari pemilu presiden yang akan datang sebab proses persidangan bandingnya belum tuntas.

Dilansir DW, dalam pernyataannya panel PBB itu meminta Brazil mengambil semua langkah yang diperlukan guna memastikan Lula da Silva mendapatkan hak-hak politiknya selama di dalam penjara sebagai salah satu kandidat presiden dalam pilpres 2018.

Komite HAM PBB mengatakan Lula tidak dapat didiskualifikasi sementara proses bandingnya belum tuntas.

Komite mengeluarkan putusan tersebut setelah tim pengacara Lula mengajukan kasusnya pada 27 Juli.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Lula da Silva menjabat presiden Brazil dari tahun 2003 sampai 2010. Pada bulan April lalu dia divonis hukuman penjara 12 tahun karena kasus korupsi. Meskipun sekarang menjadi terpidana, Partai Pekerja Brazil dan pendukungnya mengajukan Lula sebagai kandidat presiden untuk pemilu tahun ini.

Olivier de Frouville, seorang anggota komite tersebut, mengatakan kepada AFP bahwa pengacara Lula meminta pengadilan HAM PBB mengambil tindakan atas tiga masalah yang diajukannya, yaitu segera membebaskan Lula dari penjara, memberikannya akses ke media dan partai politiknya, serta memperbolehkan dirinya mencalonkan diri dalam pilpres tahun ini.

Panel PBB tersebut menolak permintaan pertama, tetapi mendukung Lula dalam dua isu lainnya.

Keputusan panel PBB iu muncul sementara Jaksa Agung Brazil Raquel Dodge meminta pengadilan tertinggi khusus masalah pemilu negara itu, Tribunal Superior Eleitoral (TSE), mencoret nama Lula dari kandidat presiden. Dodge meminta TSE membuat keputusan cepat, karena pilpres akan digelar pada 7 Oktober.

TSE diperkirakan akan memutuskan bahwa Lula tidak dapat mencalonkan diri sebagai capres dengan menggunakan undang-undang yang melarang seorang politikus mencalonkan diri untuk menduduki jabatan publik jika mereka dinyatakan bersalah melakukan tindakan kriminal dan keputusannya diperkuat di tingkat banding, seperti kasus Lula saat ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Dari Masjid Darurat Pengungsi Lombok Bergeliat
Tulisan selanjutnya Pemimpin Gereja Orang-orang Kudus dari Zaman Akhir Menolak Label Mormon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?