Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Halaqah Spesial di Khartoum

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Maret 2016 22:14 10:14 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Maret 2016 20:00
Bagikan
Para mahasiswa kader di Sudan menyatakan sangat gembira dengan program kunjungan dan halaqah-halaqah spesial ini.
Bagikan

Hidayatullah.com– Dalam rangkaian kunjungan ke Sudan, rombongan Dewan Pengurus Pusat Hidayatullah mengkhususkan waktu untuk duduk berhalaqah dengan para mahasiswa kader setiap pagi usai shalat Subuh.

Selalu dimulai dengan membaca, menterjemahkan kata per-kata dan mentadabburi ayat-ayat Al-Qur’an, halaqah itu lalu diisi dengan materi-materi khusus sesuai bidang tugas para anggota DPP Hidayatullah.

Pemateri pertama, Ketua Umum Ustadz Nashirul Haq, membawakan tema sejarah, visi dan misi dakwah. Lembaga ini lahir bukan secara kebetulan, bukan ikut-ikutan. Bukan pula hanya menambah jumlah pesantren dan ormas Islam yang ada.

“Hidayatullah lahir dari sebuah visi besar Ustadz Abdullah Said –semoga Allah menyayangi beliau– yang kemudian melahirkan gerakan perjuangan Islam yang saat ini hendak ikut membangun peradaban Islam,” jelasnya.

Dalam mengejawantahkan visi itu, Hidayatullah mengusung sejumlah misi. Pertama, melahirkan kader-kader yang berkualitas dari segi keilmuan, spiritualitas, moralitas, dan yang lain. Hidayatullah pun menjadikan tarbiyah dan dakwah sebagai mainstream gerakannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Misi kedua, membangun komunitas Islam dan jamaah yang solid dari berbagai instrumen kemasyarakatan. Misi ketiga, melaksanakan kegiatan keislaman termasuk melalui berbagai organisasi otonomnya.

Misi keempat, membangun sinergi dan kerjasama dengan seluruh komponen umat Islam ahlu sunnah wal jamaah untuk hal-hal yang memang bisa disinergikan. Misi kelima, mengajak pemerintah dan masyarakat untuk bersama membangun peradaban Islam.

Pemuda 20 Tahunan

Nashirul Haq mengungkap sejarah singkat kelahiran Hidayatullah. Sekitar 44 tahun yang silam, Ustadz Abdullah Said yang hijrah dari Makassar ke Balikpapan merintis dakwahnya dalam bentuk berbagai pelatihan. Bahkan dalam bentuk kursus bahasa Arab dan Inggris.

Namun inti dari semua kegiatan itu menyampaikan risalah Tauhid lewat kajian-kajian Al-Qur’an sebagaimana yang pernah dilakukan Rasulullah. Abdullah Said dan para perintis Hidayatullah waktu itu adalah anak-anak muda berusia 20-an dengan semangat baja dan cita-cita menjulang tinggi.

“Jadi waktu itu beliau dan kawan-kawan memulai pekerjaan besar yang kita rasakan hasilnya 40 tahun kemudian. Ini harus jadi motivasi untuk Antum pada usia yang sama sudah menghasilkan karya apa?,” tantang Nashirul kepada para kader mahasiswa di Khartoum.

Dalam perjalanannya, dakwah Hidayatullah dimulai dari kota Balikpapan, Kalimantan Timur, lalu berpindah ke Gunung Tembak, kawasan pinggiran 32 kilometer dari kota.  Di tempat inilah Abdullah Said dan kawan-kawan menuangkan seluruh yang menjadi cita-citanya tentang masyarakat Islam di kampus seluas 150 hektar.

Gunung Tembak sering disebut sebagai “alat peraga Islam sebagai Rahmatan lil ‘Alamiin”. Seiring berkembangnya dakwah, sehingga jaringan di seluruh Indonesia berjumlah ratusan, Hidayatullah merasa perlu memilih pakaian yang lebih mudah dipahami kebanyakan masyarakat.

Maka, dipilihlah format organisasi massa sebagai penghubung mata rantai persaudaraan gerakan dakwah yang sudah menyebar. Intinya tetap sama: lembaga perjuangan menyebarkan Rahmat Allah berupa Islam.

Pemateri kedua, Wahyu Rahman, Bendahara Umum sekaligus CEO BMH, menyampaikan tema mencetak kader dan mengembangan jaringan dakwah.

Pria yang sudah malang melintang ditugaskan membangun lembaga dakwah dari Sulawesi, Aceh sampai Jakarta ini menekankan proses tazkiyah (pensucian jiwa) sebagai pangkal langkah semua gerakan. Tazkiyah sangat vital untuk mengikis kesombongan dalam jiwa seorang da’i.

“Sebab kesombongan itu akan menghalangi cahaya ilmu yang berasal dari Wahyu Allah,” ujar Wahyu.

Ditambahkannya, medan dakwah yang baik justru yang memberikan banyak benturan dan rintangan bagi seorang dai supaya dirinya semakin mendekat dan bergantung hanya kepada Allah.

Sudan Bagus untuk Tazkiyah

Dalam pandangan Wahyu, kondisi Sudan menurutnya sangat baik bagi para kader mahasiswa calon dai dan ulama.

“Sudan ini lahan yang subur untuk men-tazkiyah diri. Cuaca panas, airnya kurang, makanannya kurang, cocok dengan kita,” tukas Wahyu yang murah senyum.

Suasana di Sudan, lanjutnya, sepatutnya dimanfaatkan oleh para mahasiswa untuk menggerakkan, menginspirasi, dan membangun kesadaran dengan keilmuan mereka.

Sebagaimana telah dialami Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam perjalanan dakwahnya, beliau ditempa oleh berbagai keadaan yang susah dan berat. “Maka lahirlah kader-kader da’wah beliau yang hebat,” jelasnya.

Pemateri ketiga, Asih Subagio, Kepala Bidang Ekonomi DPP Hidayatullah, yang menyampaikan tema tentang Sikap Mental Kader terhadap Harta dan Bagaimana Mengelola Sumber Daya Harta Gerakan Dakwah.

Ia mengatakan, almarhum Abdullah Said membangun jiwa kader yang mandiri sejak awal, yang sangat diperlukan bagi mental kewirausahaan.

Fase berdagang yang dilalui Muhammad muda sebelum diresmikan sebagai Utusan Allah, itu suatu fase yang luar biasa, kata Asih yang seorang pengusaha bidang teknologi informasi.

“Prinsip dagang, sekali Antum melakukan kecurangan, selamanya orang susah mempercayai Antum. Pilihan Antum cuma dua, jujur atau hancur,” tegas Asih, merupakan prinsip yang sangat vital bagi seorang kader.

Ia menjelaskan, Rasulullah diberi predikat Al-Amin (yang dipercaya) oleh masyarakat Arab saat beliau menjadi seorang pedagang.

Asih juga mengingatkan, delapan dari sepuluh Sahabat Rasulullah yang dijamin masuk Syurga adalah pedagang. Asih mendorong agar para kader mahasiswa, selain tekun menuntut ilmu juga mengembangkan jiwa dan pengalaman wirausahanya.

Pemateri terakhir, Dzikrullah dari Departemen Luar Negeri yang membawakan tema Riset sebagai Alat Penting Mengenal Medan Dakwah.  Materi ini memberikan pengantar pengetahuan tentang pentingnya para kader dakwah memiliki keterampilan mengumpulkan, mengelola, menganalisa dan menyebarluaskan informasi demi memaksimalkan efek dakwah.

Para mahasiswa kader di Sudan menyatakan sangat gembira dengan program kunjungan dan halaqah-halaqah spesial ini.

“Kami berharap kunjungan seperti ini dilakukan secara rutin setahun sekali,” kata salah seorang mahasiswa kader, sembari mengingatkan agar siapapun yang akan berkunjung berkenan membawakan kardus berisi kecap, sambal botol, dan makanan apa saja khas Indonesia yang selalu dirindu-rindu oleh lidah para mahasiswa di perantauan.* DPP Hidayatullah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halaqahHidayatullahmahasiswa Indonesiaormas IslamSudan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mencari Nafkah Adalah Sedekah
Tulisan selanjutnya Sikap Tegas Al-Quran terkait Homoseksual [3]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?