Hidayatullah.com—European Space Agency (ESA) memaparkan jadwal misinya untuk tahun 2020, mengatakan kepada Euronews bahwa sepanjang tahun ini akan ada sejumlah peluncuran satelit dan penerbangan luar angkasa.
“Kami merencanakan banyak hal tahun ini. Kami memulai pekan ini dengan sebuah peluncuran dari Guinea Prancis. Ini merupakan peluncuran kemitraan publik untuk satelit navigasi,” kata Dirjen ESA Jan Wörner kepada Euronews dalam program Good Morning Europe.
“Kemudian di bulan Februari, peluncuran selanjutnya adalah Solar Orbiter, yang akan menyelidiki matahari,” kata Wörner. Matahari penting untuk diselidiki tidak hanya karena sinarnya di kala siang, tetapi juga karena adanya suar matahari dan badai matahari yang berdampak pada sistem kelistrikan dan koneksi internet di Bumi.
Menyinggung upaya pengusaha-pengusaha kakap seperti Richard Branson dan Elon Musk yang ingin mengirim wisatawan ke luar angkasa, pejabat tinggi ESA itu mengatakan bahwa pihaknya belum ada rencana untuk bergabung dengan mereka. Meskipun demikian ESA mendukung upaya para pebisnis tersebut.
“Kami adalah sebuah lembaga publik. Kami tidak mengusik pasar komersial, tetapi kami mendungnya untuk mengembangakan lahan-lahan baru. Pariwisata luar angkasa pastinya akan terwujud, tidak hanya di orbit rendah tetapi juga ke bulan,” kata Wörner.
Ditanya soal apakah ada mahluk lain di luar Bumi, Wörner mengatakan sepertinya manusia berbagi alam semesta ini dengan mahluk lain.
“Saya cukup yakin … bahwa kita tidak sendirian di alam semesta ini,” kata Wörner.*