Hidayatullah.com-Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) hari Rabu mengatakan hampir 10.000 imigran ilegal akan pulang dari Libya pada tahun 2019, kantor berita Xinhua melaporkan.
“Kembalinya hampir 10.000 imigran ke Libya melalui bantuan program Pengembalian Kemanusiaan (VHR) dimungkinkan dengan dukungan dari Uni Eropa (UE) dan Pemerintah Italia.
“2019 sudah berakhir tetapi tugas kami untuk memberikan bantuan untuk program VHR dari Libya akan terus berlanjut,” menurut IOM.
Ribuan imigran gelap, sebagian besar dari benua Afrika, telah berusaha menyeberangi Mediterania ke Eropa dari Libya karena kekacauan dan ketidakamanan di negara Afrika Utara sejak pemberontakan 2011 yang melihat rezim Muammar Gadhafi runtuh.
Program VHR yang dilakukan oleh IOM bertujuan untuk membantu dan mengatur kembalinya migran mereka ke negara asal setelah dipindahkan di Libya.
Sebagian besar migran ditahan di pusat-pusat penahanan di Libya meskipun komunitas internasional menyerukan agar pusat itu ditutup.*