Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakistan ke UEA: “Kami Tidak akan Mengakui ‘Israel’”

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 23 Desember 2020 06:01 6:01 am
Insan Kamil
Dipublikasikan 23 Desember 2020 06:01
Bagikan
Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi
Bagikan

Hidayatullah.com–Pakistan mengatakan telah menyampaikan kepada Uni Emirat Arab (UEA) bahwa Islamabad tidak akan mengakui ‘Israel’ sampai “penyelesaian konkrit dan permanen” dari masalah Palestina tercapai, lapor TRT World.  Sikap tegas Pakistan ini amat berbeda dengan beberapa Negara Timur Tengah yang telah ‘bermesraan’ dengan negara Zionis itu.

“Saya dengan tegas menyampaikan sikap Pakistan terhadap ‘Israel’ kepada menteri luar negeri UEA bahwa kami tidak akan dan tidak dapat menjalin hubungan dengan ‘Israel’ sampai solusi konkret dan permanen untuk masalah Palestina ditemukan,” kata Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi kepada wartawan, Senin (21/12/2020).

Komentar Qureshi datang hanya sehari setelah kunjungannya ke UEA, yang dipandang oleh banyak orang sebagai “penting” di tengah desas-desus bahwa Islamabad diam-diam telah mengirim utusan ke Tel Aviv. Islamabad membantah laporan tersebut, terutama dari media ‘Israel’.

Menanggapi pertanyaan mengenai dugaan tekanan dari Arab Saudi, UEA, dan negara-negara Teluk lainnya untuk pengakuan ‘Israel’, Qureshi mengatakan dia telah menjelaskan kepada mitranya di UEA tentang “kedalaman emosi dan perasaan” yang dimiliki orang Pakistan tentang Palestina dan Kashmir.  Qureshi mengatakan Menteri Luar Negeri UEA Sheikh Abdullah bin Zayed Al Nahyan “sepenuhnya memahami perasaan kami” atas dua masalah tersebut.

Kepentingan Inti Pakistan

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menjadi berita utama bulan lalu ketika dia mengungkapkan bahwa Islamabad telah berada di bawah tekanan dari beberapa negara “sahabat” untuk mengakui ‘Israel’.  Meskipun dia tidak menyebutkan nama mereka, banyak yang percaya PM Khan merujuk ke Arab Saudi dan UEA.

“Kami harus membuat keputusan dengan memperhatikan kepentingan Pakistan dan bukan karena tekanan apa pun. Kami memiliki kebijakan dan kami masih teguh padanya,” kata menteri luar negeri Pakistan.

UEA, Bahrain, dan Maroko baru-baru ini menjalin hubungan diplomatik dan ekonomi dengan pejajah ‘Israel’. Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan Pakistan dengan sekutu tradisional Teluk terpukul karena “netralitas” Islamabad pada beberapa masalah, termasuk perang di Yaman dan blokade Qatar oleh aliansi Arab yang dipimpin Saudi.

Riyadh juga tampaknya kesal dengan kritik dari Islamabad atas sikap hangatnya terhadap sengketa Kashmir yang sudah berlangsung lama.

Pembatasan Visa

Bulan lalu, UEA berhenti mengeluarkan visa baru untuk warga dari 13 negara, sebagian besar Muslim, dengan alasan kekhawatiran akan virus corona. Keputusan tersebut mulai berlaku pada 18 November dan mencakup warga dari Yaman, Suriah, Iraq, Libya, Afghanistan, Pakistan, Somalia, Kenya, Lebanon, Tunisia, Aljazair, Turki, dan Iran.

Tetapi banyak orang Pakistan mengatakan mengizinkan penerbangan dari AS dan India – negara yang paling terpengaruh oleh Covid-19 – menunjukkan standar ganda UEA. Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan dipastikan bahwa pembatasan visa bersifat sementara dan diberlakukan karena merebaknya pandemi Covid19.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:israelmarokoNormalisasi dengan IsraelPakistanUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perombakan Salah Nama
Tulisan selanjutnya Konferensi Waligereja Indonesia Berharap Penunjukan Menag Yaqut Bawa Umat Beragama Makin Rukun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?