Hidayatullah.com–Militer Amerika Serikat hari Senin (10/2/2020) mengungkap bahwa terjadi kenaikan lebih dari 50% kasus cedera otak traumatik (TBI) akibat serangan misil Iran di sebuah pangkalan militer AS di Iraq bulan lalu, sehingga jumlahnya menjadi lebih dari 100.
Tidak ada prajurit AS yang tewas atau mengalami luka fisik langsung ketika Iran meluncurkan rudal-rudalnya ke arah pangkalan Ain al-Asad di Iraq, yang merupakan aksi balasan atas terbunuhnya jenderal Garda Revolusi Iran Qassem Soleimani dalam serangan drone AS di bandara Baghdad pada 3 Januari.
Pentagon dalam sebuah pernyataan mengkonfirmasi sejauh ini 109 prajurit AS telah didianosis mengalami TBI ringan. Angka itu naik dari 64 bulan lalu. Sebanyak 76 orang dari mereka sudah kembali bertugas, lapor Reuters.
Berbagai kelompok kesehatan dan medis selama bertahun-tahun mengkampanyekan kesadahan betapa seriusnya cedera otak.
Sejak tahun 2000, sekitar 408.000 prajurit AS didiagnosis TBI, menurut data Pentagon.*