Hidayatullah.com-Firma hukum Stoke White pada pekan lalu mengungkapkan bahwa Mohamad Dahlan, beserta sejumlah pejabat tinggi Uni Emirat Arab (UEA), berada di balik pembunuhan ekstrajudisial di Yaman sejak 2015, Anadolu Agency melaporkan. Dahlan adalah mantan kepala keamanan dan penasihat utama putra mahkota UEA, Mohammed Bin Zayed
Tim hukum Stoke White telah mengirim bukti baru ke pihak berwenang di Inggris, Amerika Serikat dan Turki tentang serangan yang menargetkan warga sipil dan anggota partai Al-Islah Yaman.
“Bukti ini memberikan dasar hukum yang kuat bagi pihak berwenang untuk menyelidiki dan menuntut berdasarkan hukum Yuridiksi Universal di Inggris dan Amerika Serikat serta Turki,” ungkap Stoke White.
Mohamad Dahlan diyakini telah menunjuk tentara bayaran AS untuk melakukan pembunuhan para pemimpin dan anggota parlemen Partai Al-Islah,” lanjut tim hukum itu.
“Tentara bayaran Amerika diberi pangkat dan seragam dan menjadi bagian dari struktur komando Kementrian Pertahanan UEA,” tambahnya.
Abdullah Suliman Abdullah Daubalah, salah satu korban yang diwakili oleh firma hukum itu, memberitahu bahwa dia lolos dari serangan bom sebagai jurnalis, yang menarget bangunan partai Al-Islah di Aden pada tahun 2015. Menurutnya, perintah serangan itu dikeluarkan oleh Dahlan.
Adel Salem Nasser Mofgah, korban lain yang bersaksi dalam kasus ini, menggambarkan penyiksaannya di pusat yang dikontrol UEA dan mengklaim orang lain juga disiksa di sana.
“Bukti kejahatan perang dan penyiksaan di Yaman telah diserahkan ke Layanan Polisi Metropolitan Inggris. Juga Departemen Kehakiman AS dan Kementerian Kehakiman Turki,” sebuah pernyataan oleh Stoke dan White terungkap.
Gulden Sonmez, seorang pengacara dari Turki, mengungkapkan selama konferensi pers mengenai kasus bahwa ia mewakili dua korban Yaman, yang merupakan pengungsi di Turki saat ini.
Sonmez mengklaim putra mahkota UEA dan pejabat serta tentara UEA lainnya termasuk di antara para pelaku. Sonmez menggarisbawahi bahwa mereka memiliki bukti yang cukup yang menunjukkan keterlibatan Dahlan dalam pembunuhan di Yaman oleh tentara bayaran.
Mereka berharap Kementerian Kehakiman Turki akan mengizinkan yurisdiksi universal untuk melakukan penangkapan terhadap para tertuduh, karena kejahatan itu diperjelas oleh laporan PBB.*