Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Harvey Weinstein Divonis Bersalah Memperkosa Sejumlah Wanita

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2020 19:59 7:59 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2020 19:20
Bagikan
Harvey Weinstein.
Bagikan

Hidayatullah.com–Salah satu pengusaha perfilman terbesar di Hollywood Harvey Weinstein dinyatakan bersalah melakukan sejumlah serangan seksual, termasuk pemerkosaan.

Weinstein, 67, divonis bersalah di pengadilan New York City melakukan pemerkosaan tingkat tiga dan kejahatan seksual tingkat satu.

Dia dibebaskan dari dakwaan terberat yaitu sebagai predator serangan seksual, tetapi dia menghadapi tuntutan 25 tahun penjara.

Weinstein masih menghadapi dakwaan di Los Angeles yaitu serangan terhadap dua wanita pada 2013.

Sedikitnya 80 wanita menuduhnya melakukan serangan seksual yang terjadi dalam kurun puluhan tahun. Sejumlah artis Hollywood yang konon pernah dicabulinya antara lain Gwyneth Paltrow, Uma Thurman dan Salma Hayek.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Tuduhan terhadap Weinstein merupakan titik pusat dari gerakan #MeToo di berbagai belahan dunia, yang mengajak kaum Hawa bersuara atas kejahatan seksual yang pernah dialaminya yang dilakukan oleh para pria terutama yang memiliki jabatan atau kekuasaan.

Sebagai pengusaha perfilman, Weinstein mendulang banyak kesuksesan dengan sinema kelas Oscar seperti

Pulp Fiction, Good Will Hunting, The King’s Speech dan Shakespeare in Love.

Dilansir BBC, berbagai laporan menyebutkan Weinstein dilarikan ke Bellevue Hospital setelah mengeluh sakit di bagian dada usai vonis dibacakan.

Dia akan dipindahkan ke penjara Riker’s Island sambil menunggu keputusan hukuman yang akan diumumkan pada 11 Maret.

Keputusan bersalah dikeluarkan oleh juri, yang terdiri dari tujuh pria dan lima wanita, pada hari Senin (24/2/2020) setelah mereka mempertimbangkannya selama lima hari.

Weinstein – yang membantah semua dakwaan – divonis bersalah melakukan serangan seksual terhadap mantan asisten produksi Mimi Haleyi pada tahun 2006 dan memperkosa Jessica Mann, seorang mantan aktris, pada tahun 2013. Hakim memerintahkan agar dia segera dimasukkan ke dalam penjara.

Akan tetapi, juri membebaskannya dari dua serangan seksual predator dan satu dakwaan pemerkosaan tingkat satu terhadap Jessica Mann, yang berpotensi menjebloskannya ke penjara seumur hidup.

Beberapa menit usai pembacaan keputusan juti itu, Weinstein tampak tidak memunjukkan emosi apapun ketika berbicara dengan pengacara wanita yang membelanya, Donna Rotunno.

Dakwaan pemerkosaan tingkat tiga di New York didefinisikan sebagai tindakan hubungan seksual yang dilakukan seseorang yang tergolong belum dewasa, atau berusia di bawah 17 tahun, atau yang dianggap tidak dewasa disebabkan alasan lain sehingga belum atau tidak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri.

Pihak jaksa penuntut menggambarkan Weinstein sebagai predator seks serial, yang menggunakan posisi dan kekuasaannya di Hollywood untuk memanipulasi dan menyerang secara seksual para wanita.

Tim pembela Weinstein mengatakan seks yang terjadi antara pengusaha perfilman itu dan para wanita yang menuduhnya dilakukan atas dasar suka sama suka, dan para wanita itu menggunakan hubungan seks untuk memuluskam karirnya.

Menurut tim pembela Weinstein, setelah para wanita itu “menyesal” memberikan tubuhnya mereka lantas berteriak “pemerkosaan”. Hal itu terbukti dari tindakan dua penuduh yang masih terus melakukan kontak setelah mereka berhubungan seks dengan Weinstein yang disebutnya sebagai pemerkosaan, kata tim pembela.

Awal mula kasus Weinstein

Tuduhan-tuduhan terhadap Weinstein, seorang keturunan Yahudi, mulai bermunculan pada Oktober 2017, ketika pertama kali koran The New York Times melaporkan insiden seksual yang terjadi puluhan tahun silam.

Weinstein kemudian mengeluarkan permintaan maaf karena “sudah menimbulkan kepedihan yang banyak”, tetapi dia membantah tuduhan serangan seksual.

Disebabkan puluhan tuduhan serangan sesual kemudian mengemuka di publik, Weinstein dipecat oleh perusahaan yang didirkannya sendiri dan dari jabatan-jabatan lain, tetapi dia masih eksis di Hollywood.

Pihak berwenang di New York kemudian melakukan penyelidikan kriminal pada akhir tahun 2017, tetapi Weinstein tidak dijerat dakwaan apapun sampai Mei 2018, ketika dia menyerahkan diri sendiri ke kepolisian.

Mimi Haleyi, yang bekerja pada salah satu rumah produksi televisi milik Weinstein, mengatakan dirinya diserang oleh produser itu setelah diundang ke rumahnya di kawasan elit Lower Manhattan.

Dalam persidangan Haleyi bersaksi bahwa Weinstein mendorongnya masuk ke sebuah kamar tidur, menahan tubuhnya di atas tempat tidur, lalu pria itu memasukkan alat kelaminnya dengan paksa.

Jessica Mann mengatakan bahwa dirinya terjebak dalam hubungan seksual “yang sangat merendahkan martabat” dengan Weinstein. Hubungan itu tidak melibatkan penetrasi seksual sampai pada akhirnya Weinstein memperkosanya di sebuah kamar hotel di New York City pada tahun 2013.

Mann mengatakan bahwa sosok Weinstein seperti tokoh cerita “Jekyll and Hyde” yang sangat mempersona ketika tampil di publik tetapi sangat berbeda dan menunjukkan sisi kelamnya ketika sendirian

Aktris Annabella Sciorra mengatakan kepada juri bahwa dirinya diperkosa Weinstein di apartemennya, ketika produser bertubuh tambun itu berkunjung pada satu malam di pertengahan tahun 1990-an. Tuduhannya itu terlalu lawas untuk dijadikan kasus terpisah, tetapi jaksa memanfaatkannya untuk menggambarkan Weinstein sebagai sosok predator seksual, pria yang berulang-ulang melakukan serangan seksual.

Menyusul keputusan juri, Scoria berkata, “Saya berbicara untuk diri saya sendiri dan dengan kekuatan 80 lebih wanita korban Harvey Weinstein di dalam hati saya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Harvey Weinstein
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya MUI: Fatwa Halal Berbeda Pada 1 Kasus Berpotensi Mengaburkan Kepastian Hukum
Tulisan selanjutnya Latihan Sepakbola Anak-Anak Inggris Dilarang Menyundul Bola

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?