Hidayatullah.com– Bekas perdana menteri Israel Benjamin Netanyahu, hari Kamis (21/7/2022) dalam kesaksiannya menolak dipersalahkan atas ketidakberesan keamanan yang mengakibatkan kematian 45 orang dalam sebuah festival Yahudi tahun lalu.
Insiden itu, yang merupakan bencana terburuk yang menimpa warga sipil Yahudi dalam sejarah Zionis Israel, terjadi di Mount Meron April 2021 saat berlangsungnya festival keagamaan Yahudi. Sekitar 100.000 peziarah, sebagian besar Yahudi ultra-Ortodoks, menghadiri perayaan itu meskipun peraturan coronavirus membatasi pertemuan di luar ruangan maksimal hani 500 orang. Tidak hanya itu mereka mengabaikan peringatan – yang ada sejak lama – perihal keselamatan di tempat tersebut, daerah berbukit terjal.
“Saya tidak menangani urusan keselamatan,” kata Netanyahu bersaksi kepada komisi independen yang menyelidiki tragedi itu, dengan dalih dia hanya turun tangan karena ada maslaah terkait pandemi Covid-19. Terkait soal ketidakberesan urusan keselamatan di lokasi kejadian, “Perdana Menteri tidak mengurusi itu,” ujarnya, seperti dilansir Associated Press.
“Saya melakukan lebih dari pendahulu-pendahulu saya dalam menangani masalah ini,” kata Netanyahu, ketika ditekan tentang peringatan terkait peraturan keselamatan sebelum acara.
Pada peristiwa tahun lalu itu, ratusan orang terjebak di lorong sempit saat menuruni gunung, dan lereng yang licin menyebabkan orang tersandung dan jatuh. Akibai terjadi longsoran manusia yang menewaskan 45 orang dan melukai sedikitnya 150 lainnya.
Mount Meron diyakini sebagai tempat penguburan tokoh agama Yahudi dari abad kedua rabi Shimon Bar Yochai. Setiap tahun di musim semi umat Yahudi mendatangi tempat itu dan menggelar perayaan yang ditandai dengan penyalaan api unggun, bernyanyi dan menari.
Pekan lalu, Kepala Kepolisian Israel Distrik Utara Shimon Lavi mengundurkan diri, menerima tanggung jawab atas bencana tersebut.
Sementara Netanyahu, yang bermaksud mencalonkan diri kembali sebagai perdana menteri, bersikeras menyatakan dirinya tidak bertanggung jawab atas kemalangan yang terjadi di Mount Meron itu.*