Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemimpin Vishva Hindu Parishad India Ajak Warga Siapkan Pedang untuk Lindungi Sapi

Ahmad
Terakhir diupdate: 20 Desember 2021 11:04 11:04 am
Ahmad
Dipublikasikan 20 Desember 2021 11:04
Bagikan
hindu india
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemimpin Vishwa Hindu Parishad (VHP) Sadhvi Saraswati pada Ahad mendesak umat Hindu India untuk membeli dan membawa pedang untuk melindungi rumah dan sapi-sapi mereka. Saraswati berbicara secara provokatif di program Sangama Hindu yang diselenggarakan oleh VHP dan Bajrang Dal di Karkala Gandhi Maidan di distrik Udupi di Karnataka.

Daftar isi
  • Kelompok Fanatik Hindu dan Polisi di India Kampanyekan Perlawanan Terhadap Isu Imajiner “Jihad Cinta”
        • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

“Di seluruh dunia, Gau Mata (sapi) dihormati, tetapi di Karnataka, sapi dibunuh untuk diambil dagingnya. Pembantai seperti itu tidak punya hak untuk tinggal di negara ini. Sapi dicuri dari kandang sapi umat Hindu dengan menunjukkan senjata. Kita semua harus membawa pedang untuk menyelamatkan Gau Mata,” tambahnya dikutip TimeNownews, India.

Ia melanjutkan dengan mengatakan bahwa ketika orang dapat membeli ponsel seharga jutaan rupee, mereka pasti dapat membeli pedang dan menyimpannya di rumah. Hal ini untuk memastikan mereka melindungi sapi dari orang-orang yang ingin menyembelihnya, kemungkinan sindiran yang ditujukan kepada kaum Muslim.

“Beberapa anti-nasionalis memuji Tippu Sultan di Karnataka. Kita harus memprotes mereka. Pemerintah harus menegakkan hukum yang tegas terhadap penyembelihan Sapi, Konversi dan “Jihad Cinta,” katanya.  “Bhagavad Gita mengatakan bahwa setiap jiwa adalah anak Tuhan dan setiap kehidupan adalah ilahi. Bharat Matha (ibu pertiwi, red) adalah tanah kami. Kita harus berjuang melawan Jihad Cinta dan mengakhiri pembantaian sapi,” tambahnya.

Hari Ahad, organisasi Hindu ini bertemu anggota parlemen dari berbagai partai untuk membahas isu-isu berkaitan dengan “Hindutva dan nasionalisme”. Beberapa isu yang diangkat dalam diskusi tersebut antara lain konversi agama dan keamanan umat Hindu di negara tetangga.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejauh ini,  Saraswati telah bertemu 327 anggota parlemen dari partai-partai termasuk BJP, Anggota Kongres Trinamool Seluruh India, Shiv Sena dan Partai Aam Aadmi tahun ini. VHP menjalankan kampanyenya dalam dua tahap.

Pada fase pertama, organisasi tersebut telah bertemu dengan anggota parlemen dari utara, tengah, barat dan timur laut India selain dari Benggala Barat. Pada fase kedua selama sesi Anggaran, VHP berencana untuk bertemu dengan anggota parlemen dari Odisha dan India selatan.

Menurut pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh VHP, salah satu isu yang dibahas selama pertemuan organisasi dengan anggota parlemen adalah isu perindagan agama melalui bujukan atau penipuan. Atas hal ini, VHP menuntut agar Pemerintah Pusat dan pemerintah negara bagian memberlakukan undang-undang yang tegas terhadap malpraktik.

VHP juga meminta agar penindasan terhadap minoritas, terutama umat Hindu, di Bangladesh dan Pakistan ditangani. “Konsensus dan konvergensi pendapat muncul dalam interaksi VHP-MP,” kata presiden kerja VHP Alok Kumar dikutip Indiatoday.

Kebijakan Anti-Islam

Di bawah kepemimpinan PM Narendra Modi, pemerintah Partai Bharatiya Janata (BJP) telah memberlakukan beberapa kebijakan anti-Muslim. Yang terbaru adalah tindakan keras terhadap apa yang mereka anggap sebagai ““Jihad Cinta”,” sebuah tuduhan kepada Muslim yang berusaha menipu perempuan Hindu melalui pernikahan, dan terakhir korban kekerasan ‘kelompok pelindung sapi’.

Selama setahun terakhir ini, beberapa politisi BJP bahkan secara terbuka menuding bahwa “Jihad Cinta” adalah bagian dari konspirasi Islam untuk meningkatkan populasi Muslim India. Meskipun merupakan negara mayoritas Hindu, India memiliki 200 juta Muslim, hampir setara dengan Indonesia.

Di bawah agama Hindu, sapi dianggap suci; beberapa negara bagian di India bahkan telah memberlakukan undang-undang yang tersebar luas. Misalnya, di Gujarat, pemotongan sapi, anak sapi, lembu jantan, dan lembu jantan dilarang, dan denda Rs. 50,000 (£ 486) dikenakan bersama dengan penjara seumur hidup.

Mayoritas ‘kelompok pelindung sapi’ berangkat bukan untuk melindungi sapi, tetapi untuk menargetkan dan menganiaya Muslim. Tidak sedikit kaum Muslim menjadi korban tanpa pengadilan dalam kasus ini.

Menurut catatan media, sepanjang 2010 dan 2018, sudah ada 123 insiden kekerasan terkait sapi– korban yang sebagian besar adalah Muslim (56%), diikuti oleh Suku Dalit- masyarakat kasta yang lebih rendah (10%), dan Hindu (9%).

Kelompok Fanatik Hindu dan Polisi di India Kampanyekan Perlawanan Terhadap Isu Imajiner “Jihad Cinta”

Banyak aktivis HAM, termasuk Shabnam Hashmi, menentang pandangan keliru ini. Mereka menuding partai yang berkuasa, BJP, dan organisasi induknya yang berhaluan ekstrem kanan, Rashtriya Swayamsevak Sangh (RSS), berusaha menarget Muslim India.

“RSS berusaha menyebarkan gossip bahwa pria-pria Muslim secara terorganisir merayu perempuan-perempuan Hindu dan membujuk mereka agar berpindah ke agama Islam melalui pernikahan. Mereka kemudian memproduksi anak sehingga populasi Muslim meningkat di India,” katanya dikutip BBC.

Ketakutan berlebihan umat Hindu terhadap “Jihad Cinta” tercermin dalam reaksi mereka terhadap kehidupan moderen India. Menurut BBC, Oktober lalu, sebuah iklan televisi perusahaan perhiasan mewah Tanishq dikecam habis-habisan setelah munculnya iklan berjudul Ekatvam yang artinya persatuan menggambarkan seorang perempuan Hindu dan seorang pria Muslim yang sedang mempersiapkan pernikahan.

Begitu iklan itu ditayangkan, sejumlah aktivis Hindu melakukan protes keras di media sosial. Karena takut menghadapi kekerasan, perusahaan itu mencabut iklan tersebut dari peredaran.

November lalu, ketika Netflix menayangkan adaptasi BBC atas novel “A Suitable Boy” karya penulis India terkenal Vikram Seth, reaksi serupa juga muncul. Beberapa aktivis Hindu melakukan protes keras karena film itu menggambarkan ciuman mesra pasangan Hindu-Muslim. Mereka mengklaim bahwa film itu mendorong “Jihad Cinta’ dan membakar sentimen agama.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HinduHindutvaIndiasapi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hadir di Parlemen OKI, Ketua BKSAP Soroti Ragam Masalah Dunia Islam
Tulisan selanjutnya Bouncy Castle Tertiup Angin di Tasmania, Korban Nyawa Jadi 6 Anak, 2 Kritis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?