Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pertunjukan yang Dibintangi Tokoh Fiktif Yahudi di TV Saudi Picu Perdebatan

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 4 Mei 2020 17:05 5:05 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 4 Mei 2020 15:57
Bagikan
Film Mother of Aaron Atau Bunda Harun
Bagikan

Hidayatullah.com-Keributan intrik antar agama yang ditampilkan dalam serial televisi baru –baru ini telah memicu perdebatan sengit di dunia Arab. Sebuah cerita tentang hubungan bersejarah kawasan itu dengan komunitas Yahudi dan perubahan sikap beberapa dari pemimpinnya saat ini terhadap Israel.

Para penggemar memuji program tersebut, bersetting pada tahun 1940-an dan 1950-an. Program menyoroti aspek yang sering terabaikan dari masa lalu wilayah itu – komunitas Yahudi di Teluk Persia – sambil memberikan contoh yang sangat dibutuhkan akan koeksistensi di antara berbagai agama.

Tetapi para kritikus mengecamnya sebagai upaya terang-terangan untuk membentuk kembali pandangan Arab tentang Israel. Sebuah pandangan untuk membuka jalan bagi hubungan formal, atau apa yang oleh banyak orang di dunia Arab disebut “normalisasi.”

Dengan virus corona menutup masjid dan kota suci Makkah, Ramadhan tahun ini, yang dimulai minggu lalu, sudah tercatat untuk buku-buku sejarah.

Tetapi efek virus pada bulan suci Islam hanyalah satu aspek yang akan lama diingat, seorang jurnalis terkemuka Palestina, Abdel Bari Atwan, menulis minggu ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Alasan lain Ramadhan ini tidak akan segera dilupakan adalah karena “ia menyaksikan kampanye normalisasi terbesar, yang didorong oleh media Saudi, dengan bantuan dari pemerintah, dan berkoordinasi dengan negara pendudukan Israel,” kata Atwan.

Kecurigaan menyebar luas bahwa drama TV historis, Mother of Aaron atau Um Haroun (Bunda Sharon), adalah bagian dari dorongan yang disponsori negara untuk mempengaruhi opini publik. Acara ini ditayangkan di MBC, penyiaran swasta terbesar di dunia Arab, tetapi akhirnya dikendalikan oleh negara Saudi.

Jaringan yang sama juga menyiarkan program komedi yang telah menyoroti sikap Arab terhadap Israel, yang semakin memicu perasaan bahwa kedua pertunjukan tersebut mencampurkan hiburan dengan propaganda.  Kedua pertunjukan itu akan berlangsung sepanjang Ramadhan, ketika pemirsa televisi meroket saat keluarga menonton acara makan malam bersama setelah buka bersama hingga fajar.

Sementara MBC membantah bahwa memasukkan penggambaran positif orang Yahudi adalah bagian dari mandat pemerintah. Penampilan program televisi ini bertepatan dengan menghangatnya hubungan terhadap Israel di antara pemerintah di Teluk Persia.

Secara historis, permusuhan terhadap Israel dan simpati terhadap Palestina adalah beberapa sentimen yang mampu menyatukan orang-orang Arab di Timur Tengah. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir, perang, pemberontakan dan krisis ekonomi telah membuat banyak pemerintah Arab fokus pada masalah-masalah domestik, mendorong Palestina keluar dari dalam daftar prioritas.

Pada saat yang sama, beberapa pemimpin Teluk Persia datang untuk melihat Israel bukan sebagai musuh abadi. Sebaliknya,  mereka justru menempatkan kelompok Islam sendiri, sebagai sekutu potensial melawan ancaman bersama Iran dan Ikhwanul Muslimin.

Putra Mahkota Mohammad bin Salman dari Arab Saudi telah berbicara tentang minat dan tanggung jawab yang sama terhadap kepentingan perdagangan dan keamanan antara kerajaan dan Israel. Sebuah delegasi Israel diperkirakan akan berpartisipasi dalam sebuah pameran dunia di Uni Emirat Arab (UEA) tahun depan, meskipun Arab Saudi dan Emirat tidak memiliki hubungan diplomatik formal dengan negara Zionis tersebut.

Michael Stephens, yang mempelajari politik Teluk di Royal United Services Institute, mengatakan program televisi ini tampaknya menjadi bagian dari perubahan itu dengan melawan sejarah retorika anti-Yahudi. Setidaknya program ini menunjukkan keterbukaan baru terhadap kemungkinan hubungan resmi dengan Israel.

Mengingat tingkat kontrol pemerintahan di negara-negara Teluk, dia yakin bahwa pesan acara itu pasti telah disetujui secara resmi.

“Mereka tidak akan melakukan ini kecuali ada petunjuk dari atas bahwa itu diperbolehkan,” kata Stephens.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:arab saudiisraelMother of AaronTVUm Harounyahudi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemimpin Kongres India Kecam Modi, Banyak Insiden Anti-Muslim di Tubuh Partainya
Tulisan selanjutnya Tegarnya Ibu Bandiah Menghadapi Wabah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026

Feature
30 Mei 2026 17:30
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?