Hidayatullah.com—Sekitar 100 anggota Parti Keadilan Rakyat (PKR) di negara bagian Kedah, Malaysia, menyatakan mengundurkan diri yang berlaku efektif segera, karena kecewa dengan kepemimpinan Anwar Ibrahim.
“Ini merupakan gelombang kedua anggota-anggota PKR keluar dari partai karena mereka kecewa dengan Presiden Partai Datuk Seri Anwar Ibrahim,” kata anggota legislatif perwakilan Lunas, Azman Nasrudin dalam konferensi pers di Kubur Panjang, Pendang hari Sabtu (16/5/2020) seperti dilansir The Star.
Dia mengatakan bahwa keputusan untuk keluar dari PKR disebabkan oleh kekecewaan terhadap kepemimpinan di bawah Anwar Ibrahim, yang tidak seperti ketika partai dipimpin oleh istrinya, Datuk Seri Wan Azizah Wan Ismail.
“Kami masih dapat mengelola partai ketika Wan Azizah memimpin kami, meskipun ada perbedaan pendapat,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa kepemimpinan Wan Azizah yang membawa kemenangan bagi partai pada Pemilu ke-14 bulan Mei 2018.
Azman, yang mengundurkan diri dari PKR pada tanggal 12 Mei bersama dengan anggota legislatif perwakilan Sidam, Dr Robert Ling Kui Ee, mengatakan bahwa mereka yang keluar hari Sabtu merupakan pimpinan divisi partai dari negara bagian Kedah.
Azman, yang juga menjabat chairman di Kedah Penggerak Komuniti Negara, mengatakan bahwa dia menduga masih akan ada lagi anggota yang keluar dari PKR.
Dia mengatakan anggota PKR yang keluar itu akan bergabung dengan Penggerak Komuniti Negara, sebuah organisasi non-pemerintah yang didirikan oleh mantan pentolan senior PKR Zurida Kamarudin.
Mereka yang keluar dari PKR termasuk Hashim Idris ketua divisi Padang Terap), Abdullah Mat Ida (wakil ketua divisi Kuala Kedah), Rashdan Ismail (wakil ketua divisi Pendang), Mohd Firdaus Yusuf (wakil ketua divisi Sungai Petani), Mohd Aziz Shukri (wakil ketua divisi Baling), Ridzuan Razali (ketua Pemuda PKR Padang Serai), serta Norhashimah Hashim (wakil ketua Wanita PKR Kedah).
Mereka semua yang keluar itu adalah tokoh-tokoh kunci PKR di masing-masing divisinya.*