Hidayatullah.com—Sampai seperlima pasien pengidap Covid-19 di wilayah England, Inggris, justru tertular coronavirusnya ketika mereka berada di rumah sakit saat dirawat karena penyakit lain.
Sebagian infeksi ditularkan oleh staf rumah sakit yang tidak menyadari bahwa mereka sudah terjangkit virus SARS-Co-V-2 dan tidak menunjukkan gejala, sedangkan sisanya ditularkan oleh pasien terjangkit coronavirus, lapor The Guardian Ahad (17/5/2020).
Dalam arahan bulanan NHS (otoritas kesehatan publik di Inggris) April kemarin, pejabat dari NHS England mengatakan kepada para direktur medis dan kepala-kepala perawat di seluruh rumah sakit yang menangani penyakit akut di wilayah England bahwa pihaknya mendapati 10%-20% orang penderita Covid-19 terjangkit virus itu saat mereka menjadi pasien dalam perawatan di rumah sakit.
Sejumlah tokoh NHS di beberapa cabang mengkonfirmasi kepada The Guardian bahwa seorang pejabat NHS England dalam satu arahan, yang digelar lewat konferensi telepon akhir April, mengatakan tingkat penularan Covid-19 di rumah sakit berkisar 10-20 persen dan itu ditularkan sebagian oleh staf yang tidak menunjukkan gejala (asymptomatic).
Para dokter senior dan pengelola rumah sakit mengatakan bahwa dokter, perawat dan staf lain tidak sengaja menularkan coronavirus kepada pasien antara lain karena merek tidak mengenakan atau tidak memiliki seragam proteksi diri (APD) yang memadai atau tidak bisa mendapatkan tes virus untuk mengetahui statusnya.
Penularan di rumah sakit itu telah berakibat fatal, menyebabkan pasien yang tertular menemui ajalnya.
Seorang dokter bedah, yang tidak bersedia identitasnya diungkap berkata, “Sejumlah pasien di departemen saya yang sudah dirawat sejak sebelum lockdown terjangkit bibit penyakit itu dan meninggal dunia. Dari urutan waktu jelas sekali mereka tertular dari staf dan pasien lainnya.”
Pada 24 Maret The Guardian melaporkan bahwa Marita Edwards menjadi orang pertama yang meninggal di Inggris setelah tertular Covid-19 saat menjalani perawatan di rumah sakit. Wanita gesit berusia 80 tahun itu datang ke Royal Gwent Hospital di Newport pada tanggal 28 Februari untuk melakukan operasi rutin kandung kemih, tetapi kemudian dites positif Covid-19 pada tanggal 19 Maret dan wafat keesokan harinya.
Sepekan sebelumnya, Dr Mark Gallagher, seorang konsultan kardiologi, menceritakan kepada The Guardian tentang seorang pasiennya wanita berusia 79 tahun yang dibawa ke rumah sakitnya di London untuk menjalani operasi yang tidak urgent. Dia didiagnosis Covid-19, yang “hampir pasti didapatnya semasa dalam bangsal perawatan kami dan dia dipasangi ventilator, tetapi kemudian meninggal dunia.” Sekitar 50 dokter dan perawat menangani pasien wanita itu, tetapi tidak satupun yang dites apakah mereka sudah terjangkit virus penyebab Covid-19, kata Dr Gallagher.
Pada tanggal 3 Maret, NHS England mengakui bahwa penularan Covid-19 di rumah sakit kemungkinan terjadi, ketika mengumumkan bahwa ribuan pasien yang dirawat di unit perawatan intensif akan menjalani tes Covid-19 guna mengetahui siapa saja di antara mereka yang terjangkit setelah muncul kasus-kasus serupa di Eropa.*