Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

10 Adab Batin Membaca Al-Quran Menurut Imam Ghozali [2]

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 18 Mei 2020 14:42 2:42 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 18 Mei 2020 15:00
Bagikan
Bagikan

Lanjutan tulisan PERTAMA

 

Hidayatullah.com | SEBELUMNYA, untuk menjaga kemuliaan Al-Quran,  sudah ditulis 1-6 adab-adab batin membaca kalamullah menurut Imam Al-Ghozali. Di bawah ini lanjutanya;

  1. At-Takholli ‘an mawani’ al-fahm, membersihkan diri dari hal-hal yang menghalangi perenungan. Perkara-perkara yang menghalangi pemahaman ada empat;

Pertama, berlebihan dalam memfokuskan diri memastikan keluarnya huruf dari makhrojnya. Dimana sikap ini sampai pada derajat mengulang-ulang bacaan karena merasa belum menepati makhroj hurufnya. Hal demikian membuat tujuan membacanya hanya tertuju pada ketepatan makhroj saja, lantas bagaimana ia dapat menyelami kandungan bacaannya?

Kedua, mencukupkan diri untuk taklid madzhabnya padahal ia memiliki kemampuan dan perangkat-perangkat keilmuan syar’i untuk memahami makna Al-Quran.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Ketiga, terus-menerus bergelimang dosa, memiliki sifat sombong, dikuasai hawa nafsu, tunduk pada dunia. Hal ini adalah tirai terbesar yang menutupi hati seorang hamba dari makna Al-Quran. Karena hati bagaikan cermin, syahwat bagaikan noda dan makna Al-Quran bagaikan pantulan gambar yang ada dalam cermin. Maka semakin banyak dan menumpuknya noda di cermin semakin kabur pantulan gambar di dalamnya.

Keempat, telah membaca tafsir tertentu dan meyakini makna di dalamnya hanyalah sebagaimana apa yang tertulis di tafsir tersebut dan menutup kemungkinan memiliki makna selain itu.

  1. At-takhshis, merasa bahwa ayat-ayat tertuju pada dirinya. Ketika mendengar perintah atau larangan ia merasa dirinyalah yang diperintah dan dirinyalah yang dilarang. Begitu juga ketika mendengar ganjaran pahala dan adzab yang Allah ta’ala janjikan. Begitu juga ketika membaca kisah orang terdahulu atau para nabi, ia menyadari kisah itu bukan sekedar untuk diceritakan tapi untuk diambil pelajarannya. Muhammad bin Ka’ab berkata, “Barang siapa yang telah sampai kepadanya Al-Quran seakan-akan Tuhannya sedang berbicara kepadanya.”
  1. At-taatstsur, hatinya terpengaruh oleh ayat yang dibaca. Keterpengaruhan seorang hamba dengan ayat yang dibaca dilihat dari kesesuaian keadaannya dengan ayat yang sesang dibaca. Ketika membaca ayat tentang ancaman ia menunduk penuh ketakutan seakan hendak mati. Ketika membaca ayat tentang luasnya ampunan dan rahmat ia melayang bagai burung karena rasa bahagianya. Ketika membaca ayat tentang sifat dan nama Allah ta’ala ia merendahkan diri di hadapan keagungan-Nya dan menyadari keperkasaan-Nya. Ketika membaca ayat tentang perkataan keji orang-orang kafir terhadap Allah ta’ala, dengan perkataan: memiliki anak atau istri, ia melirihkan bacaannya karena malu mengucapkan kata tak pantas itu. Ketika membaca ayat tentang surga hatinya merekah rindu hendak memasukinya. Ketika membaca ayat tentang neraka dadanya berdegub kencang karena takut.

Maka daripada itu Yusuf bin Asbath berkata, “Sungguh aku bersedih karena membaca Al-Quran, ketika aku membaca apa yang ada di dalamnya aku takut akan murka-Nya. Maka aku mengganti bacaan Al-Quran ku dengan bertasbih dan beristighfar.”

Allah ta’ala berfirman:

اَلَّذِيْنَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيْمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْن

“Mereka yang apabila disebut nama Allah gemetar hatinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka bertambah (kuat) imannya. Dan hanya kepada tuhan mereka bertawakal.” (QS: Al-Anfal : 2)

  1. Taraqqi, merasa seakan mendengar ayat dari Allah ta’ala langsung, bukan dari lisannya. Berkata Ja’far bin Muhammad ash-Shodiq ketika ditanya apa yang membuatnya tak sadarkan diri di tengah-tengah sholat, “Saat itu aku terus mengulang-ngulang ayat dalam hatiku hingga aku seakan mendengarnya langsung dari tuhanku, hingga tubuhku tak mampu berdiri tegak karena menyaksikan ke-MahaKuasa-an-Nya.”
  1. Tabarri, berlepas diri dari kemampuan dan kekuatannya. Berlepas diri dari merasa benar dan merasa suci. Ketika membaca ayat tentang pujian dan ganjaran kepada orang-orang sholeh ia tidak merasa dirinya termasuk di dalamnya. Akan tetapi dia berharap disatukan Allah ta’ala ke dalam golongan mereka. Dan apabila membaca ayat tentang murka-Nya, celaan terhadap pelaku maksiat dan orang-orang yang lalai ia merasa dirinya termasuk ke dalam orang-orang yang sedang dibicarakan.

Maka dari itu Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu berdoa, “Ya Allah, aku memohon ampun atas kedzolimanku dan kekufuranku.” Maka ada yang bertanya kepadanya, “Ini kedzoliman (aku tahu) lalu bagaimana dengan kekufuran?” Lantas Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu membacakan sebuah ayat,

إِنَّ الإِنْسَانَ لَظَلُوْمٌ كُفَّارٌ

“Sungguh manusia itu sangat dzalim dan sangat mengingkari (kufur nikmat Allah).” (QS: Ibrahim : 34)

Suatu ketika Yusuf bin Asbath ditanya, “Ketika engkau membaca Al-Quran apa yanv engkau munajatkan?” Beliau menjawab, “Aku beristighfar atas kelalaianku tujuh puluh kali.”*/Auliya El Haq

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:adab membaca al-Quranal-Quranbaca QuranImam al Ghozali
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seperlima Pasien Covid-19 di England Tertular Virusnya di Rumah Sakit dari Staf
Tulisan selanjutnya Tahajudku, Jalan Kesembuhan Ibuku

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran

Berita
17 Oktober 2026 10:37
PBB Catat Kenaikan Angka Kemiskinan Dunia, 1 Miliar Orang Terdampak
Bandara King Khalid Riyad Ditutup Hingga 15 Oktober Imbas Serangan Houthi
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Terbaru

  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?