Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakar Sejarah Gulag Yuri Dmitriev Divonis Penjara 3,5 Tahun

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juli 2020 14:02 2:02 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juli 2020 14:02
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pakar sejarah Gulag, Yuri Dmitriev, hari Rabu (22/7/2020) dijatuhi hukuman penjara 3,5 tahun, demikian dikonfirmasi pengacaranya.

Hukuman tersebut diberikan terhadap Dmitriev dalam dakwaan kekerasan seksual terhadap anak perempuan yang diadopsinya.

Namun, para pendukungnya mengatakan kasus itu dibuat-buat guna membungkam Dmitriev, yang menghabiskan 30 tahun masa hidupnya untuk mengumpulkan daftar 40.00 orang yang disingkirkan atau dieksekusi semasa kekuasaan Joseph Stalin di Karelia, salah satu kawasan di Rusia yang berbatasan dengan Finlandia.

Dmitriev, 64, pertama kali ditangkap pada tahun 2016 dengan tuduhan “memproduksi gambar-gambar pornografi” anak adopsinya.

Dia dibebaskan dari dakwaan itu pada tahun 2018, tetapi Mahkamah Agung Karelia membatalkan keputusan tersebut dua bulan kemudian dan memerintahkan dilakukannya persidangan kedua, kali ini dengan dakwaan “kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Dmitriev sendiri tidak mengakui satu pun tuduhan-tuduhan itu,” kata Memorial, organisasi peduli HAM, sebelum pembacaan vonis hukuman. “Memorial yakin dia sama sekali tidak bersalah.”

“Alasan pasti dibalik persekusi atas sejarawan itu adalah kerja yang bertahun-tahun digelutinya untuk menemukan kuburan-kuburan dari orang-orang yang dibunuh semasa Terror Besar, untuk menyusun daftar korban, melestarikan kenangan dari tempat-tempat eksekusi di era Stalin,” kata organisasi itu, seperti dilansir Euronews.

Beberapa tahun terakhir, pakar sejarah Gulag itu ikut andil dalam menemukan salah satu kuburan massal terbesar di Karelia, di daerah Sandarmokh, di mana jasad 7.000 sampai 9.000 orang dieksekusi semasa Stalin berkuasa.

Gulag, akronim dari Glavnoe Upravlenie LAGerei, merupakan lembaga pemerintah Uni Soviet yang bertanggung jawab mengurus kamp-kamp kerja paksa.

Sejumlah tokoh Rusia dan internasional mengecam persekusi terhadap Yuri Dmitriev. Dalam sebuah konferensi pers awal bulan Juli, sutradara Alexandre Sokourov mengatakan bahwa dakwaan terhadap sejarawan itu akan menjadi “titik balik”di Rusia.

Sementara itu dua peraih penghargaan Nobel, penulis Belarusia Svetlana Alexievitch dan penulis Jerman Herta Muller, meminta agar Dewan Eropa bertindak. Mereka meyakini temuan-temuan Dmitriev di Sandarmokh merupakan “tulang yang mengganjal di kerongkongan penguasa” yang, menurut kedua penulis itu, berusaha “menulis ulang sejarah”.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:GulagJoseph StalinrusiasejarawanUni SovietYuri Dmitriev
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Laki-laki Saudi yang Hilang, Ditemukan Meninggal Dunia dalam Keadaan Bersujud
Tulisan selanjutnya Aktris Madonna Serukan Solidaritas untuk Kembalikan Palestina di Peta

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset

Berita
28 Agustus 2026 12:20
DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
Presiden Iran: Jangan Biarkan Wilayah Negara Muslim Dipakai Menyerang Sesama
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Terbaru

  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?