Hidayatullah.com—Sekitar 20 ribu massa turun jalan meninggalkan perbedaan politik dan pandangan untuk menghadiri Himpunan Solidaritas Ummah untuk Rohingya di Stadion Titiwangsa Malaysia hari Ahad kemarin.
Perdana Menteri yang juga Presiden UMNO, Datuk Seri Najib Tun Razak bersama Presiden PAS, Datuk Seri Abdul Hadi Awang serta para pemimpin utama kedua partai bersangkutan duduk satu pentas untuk bersama bergabung himpunan tersebut.
Pemimpin utama kedua partai yang hadir adalah Wakil Perdana Menteri yang juga Wakil Presiden UMNO, Datuk Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi; Sekjen UMNO, Datuk Seri Tengku Adnan Tengku Mansor; Wakil Presiden Pas, Datuk Tuan Ibrahim Tuan Man; Sekjen Pas, Datuk Takiyuddin Hassan dan Ketua Dewan Pemuda Pas, Nik Mohamad Abduh Nik Abdul Aziz.
Aksi yang diinisiasi Yayasan Dakwah Islamiah Malaysia (Yadim) itu telah berhasil menarik hampir 20.000 orang yang sanggup berdesakan memenuhi segenap ruang di Stadion Titiwangsa termasuk masyarakat Islam Rohingya yang menetap di negara ini.
“Aksi hari ini adalah satu perhimpunan mewakili desakan suara rakyat Malaysia yang menolak kekejaman tentara Myanmar terhadap etnik Muslim Rohingya yang telah dinafikan haknya,” kata koordinator Gerakan Akar Umbi UMNO Malaysia (GAUM) Datuk Zulkarnain Mahdar dikutip Kantor Berita BERNAMA.
Ia mengatakan, gerakan juga berlangsung dengan aman tanpa kesulitan kepada banyak orang, bahkan perdagangan juga masih berjalan sebagaimana biasa.
Yang menarik, ribuan peserta aksi sanggup menunggu di luar stadion untuk sama-sama bergabung untuk mengutuk kekejaman yang dilakukan Pemerintah Myanmar terhadap etnis Muslim Rohingya.
Mereka berkumpul sejak pukul 7.30 pagi sambil membawa berbagai spanduk seperti Stop Killing Muslim, Stop The Genocide of Muslim Rohingya dan Stop Killing My Family in Myanmar untuk memprotes kekejaman yang dilakukan pemerintah Myanmar itu.
Stadium Titiwangsa juga bergema dengan teriakan Hidup Rohingya! Hentikan kekejaman! dan Hentikan kezaliman! sepanjang himpunan itu berlangsung.
Mereka yang bergabung himpunan berkenaan turut tersentuh hati ketika mengaminkan doa Qunut Nazilah untuk memohon keselamatan masyarakat Islam Rohingya yang dibacakan Mufti Wilayah Persekutuan, Datuk Dr. Zulkifli Mohamad al-Bakri.
Himpunan tersebut dimulai dengan pidato dari pemimpin-pemimpin organisasi non pemerintah (LSM) Islam yang secara tegas mengutuk sekeras-kerasnya kekejaman dan pembantaian yang dilakukan terhadap etnis Muslim Rohingya.
Puncaknya, himpunan tersebut telah menyerahkan Deklarasi Himpunan Solidaritas Ummah untuk Rohingya kepada Perdana Menteri bagi tindakan pemerintah dalam menyelesaikan masalah tersebut.*