Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pastor: Kita Tak Boleh Tinggal Diam Soal Praktik Ilegal ‘Israel’ terhadap Palestina

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2020 22:57 10:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 Agustus 2020 22:57
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Sejumlah pengunjuk rasa di Austria pada Senin berdemonstrasi untuk mengecam tindakan ilegal ‘Israel’ terhadap Palestina serta dukungan Amerika Serikat kepada ‘Israel’.  Mereka menggelar aksi protes di depan kedutaan AS di Wina dengan membawa spanduk-spanduk bertuliskan “Tidak untuk pendudukan tanah Palestina”, “Austria seharusnya tidak mendukung ‘Israel’ dan imperialisme AS” dan “Boikot ‘Israel’, tidak untuk pendudukan”.

Selain mengecam rencana ‘Israel’ untuk mencaplok blok-blok pemukiman di Tepi Barat, para demonstran juga menekankan pentingnya solusi dua negara.  Berbicara pada pertemuan itu, seorang pastor Katolik, Franz Sieder, mengatakan bahwa Palestina adalah pihak yang tertindas dalam konflik ‘Israel’-Palestina.

“Kita tidak boleh tinggal diam soal praktik ilegal ‘Israel’ terhadap Palestina,” kata Sieder dikutip Anadolu Agency.

Dia mengatakan bahwa selama periode Perang Dingin, Austria bertindak sesuai dengan prinsip netralitas, tetapi Perdana Menteri Sebastian Kurz mengembangkan kebijakan pro-’Israel’ yang bertentangan dengan kebijakan netralitas. “Tidak ada yang bisa menyebut saya anti-Semit karena saya mengkritik tindakan ‘Israel’ terhadap hukum internasional,” tambah Sieder.

Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu pada Mei kemarin mengumumkan bahwa pemerintahnya secara resmi akan mencaplok Lembah Yordan dan semua blok permukiman di Tepi Barat.  Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, dipandang sebagai wilayah pendudukan di bawah hukum internasional, membuat semua pemukiman Yahudi di sana serta aneksasi yang direncanakan menjadi ilegal.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pejabat Palestina telah mengancam untuk menghapuskan perjanjian bilateral dengan ‘Israel’ jika aneksasi dilanjutkan karena akan merusak solusi dua negara. Pencaplokan itu muncul sebagai bagian dari “Kesepakatan Abad Ini” Presiden AS Donald Trump yang diumumkan pada 28 Januari, yang merujuk Yerusalem sebagai ibu kota ‘Israel’ yang tidak terbagi dan mengakui kedaulatan ‘Israel’ atas sebagian besar Tepi Barat.

Rencana tersebut menyerukan pembentukan negara Palestina dalam bentuk kepulauan yang dihubungkan oleh jembatan dan terowongan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Franz Siederisraelkatolikpalestina
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gerakan #IndonesiaTanpaJIL Tidak Pernah Kehilangan Relevansinya
Tulisan selanjutnya kesehatan syariah Wapres: Undang-undang No 33 Tahun 2014, Soal JPH adalah Wewenang BPJPH

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?