Hidayatullah.com—Perusahaan raksasa asal Jepang oshiba telah menjual saham terakhirnya di pembuat personal computer (PC) dan laptop Dynabook.
Itu artinya perusahaan itu tidak lagi ada hubungan dengan pembuatan PC atau laptop, lansir BBC Senin (10/8/2020).
Sharp membeli 80% unit usaha PC Toshiba pada tahun 2018 dengan nilai $36 juta, dan sekarang membeli saham yang tersisa, kata Toshiba dalam sebuah pernyataan.
Laptop Toshiba pertama T1100 diluncurkan pada tahun 1985. Laptop tersebut berbobot 4 kilogram dan bekerja dengan floppy disk 3,5 inci. Toshiba pertama kali memasarkannya hanya di Eropa dengan target penjualan tahunan 10.000 unit, menurut website Toshiba Science Museum.
Pada tahun 2011 Toshiba menjual lebih dari 17 juta unit PC, tetapi angkanya melorot menjadi 1,9 juta pada tahun 2017, lapor Reuters kala itu.
Toshiba berhenti menjual laptop konsumer untuk pasar Eropa dan hanya fokus menggarap pasar bisnis pada tahun 2016.
Beberapa tahun terakhir merupakan masa yang sulit bagi konglomerat negeri sakura itu, di mana pada tahun 2015 perusahaan membukukan kerugian satu tahun penuh $318 juta.
Pada tahun yang sama presiden dan wakil presidennya mengundurkan diri setelah sebuah panel independen mendapati perusahaan membuat laporan palsu yang menggelembungkan laba 6 tahun ke belakang.
Pada tahun 2019, Toshiba mengakhiri bisnis nuklir NuGen di Inggris setelah gagal menemukan pembeli.*