Hidayatullah.com—Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat Joe Biden hari Selasa (11/8/2020) memilih senator Kamala Harris sebagai wakil presiden pasangannya dalam pemilihan November mendatang.
Kerusuhan berlatar belakang rasial yang merebak di berbagai daerah di seantero Amerika Serikat beberapa bulan terakhir, mendesak Biden untuk memilih seorang wanita berkulit gelap sebagai pasangannya guna menjegal langkah petahana Presiden Donald Trump dari Partai Republik yang dikenal (agak) rasis dan seksis.
Berayahkan pria asal Jamaika dan ibu dari India, Kamala Harris merupakan wanita kulit hitam kedua yang menjadi senator dalam sejarah Amerika Serikat ketika terpilih pada tahun 2016.
“Melihat seorang wanita kulit hitam dinominasikan untuk pertama kalinya menegaskan keyakinan saya bahwa di Amerika, ada tempat bagi siapa saja untuk sukses tidak peduli siapa dia dan dari mana dia berasal,” kata anggota House of Representatif Val Demmings, politisi wanita kulit hitam yang juga sempat masuk dalam bursa calon pendamping Biden dan pilpres tahun ini.
Harris, 55, merupakan seorang mantan jaksa dan pernah menjabat kepala kejaksaan wilayah negara bagian California. Sebagai senator, dia dikenal dengan gaya bertanya yang agresif, seperti ketika mencecar Brett Kavanaugh tahun 2018 dalam proses seleksi pimpinan Mahkamah Agung AS.
Ketika ikut mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari Partai Demokrat, Harris mengajukan sistem asuransi kesehatan yang dikelola pemerintah tetapi masih memungkinkan pihak swasta menawarkan rencana asuransi dan dia mendukung larangan eksplorasi minyak lewat metode fracking yang dianggap merusak lingkungan hidup. Kedua usulan Kamala Harris itu ditentang oleh Joe Biden, yang memiliki pengalaman sebagai wakil presiden mendampingi Barack Obama selama 8 tahun.
Sejumlah penasihat Biden mengatakan kepada Reuters bahwa serangan-serangan keras Kamala Harris kepada Biden dalam debat pemilihan kandidat presiden dari Partai Demokrat beberapa bulan lalu menimbulkan pertanyaan apakah politisi wanita itu bisa dipercaya untuk bekerja sama sebagai rekan kerja. Pasalnya, wanita ini dianggap juga memiliki ambisi politik sendiri.
Biden, 77, akan menjadi orang tertua yang menjadi presiden AS bila terpilih nanti. Usia yang sudah uzur itu menimbulkan spekulasi bahwa dia kemungkinan hanya akan menjabat satu periode, menjadikan Harris berpotensi kuat maju sebagai capres untuk pemilu tahun 2024.
Pada bulan Maret, Biden secara terbuka mengutarakan komitmennya untuk menunjuk seorang wanita sebagai wakilnya setelah dia berkonsultasi dengan istrinya, Jill.
Setelah insiden kematian pria kulit hitam George Floyd di tangan polisi kulit putih pada 25 Mei menyulut protes antirasisme dan kerusuhan di mana-mana, Biden merasa perlu untuk mencari pendamping dari kalangan kulit berwarna.*