Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

NASA Berencana Kirim Astronot ke Kutub Selatan Bulan 2024

Ama Farah
Terakhir diupdate: 22 September 2020 14:14 2:14 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 22 September 2020 14:14
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—NASA mengungkap rencana mengirim astronot ke bulan untuk pertama kalinya sejak 1972. Misi akan datang itu merupakan perjalanan pertama berawak ke Kutub Selatan Bulan dan misi pertama ke bulan dengan menyertakan seorang wanita.

Hari Senin (21/9/2020), NASA mengumumkan akan mendaratkan wanita pertama dan seorang pria di bulan pada tahun 2024, misi pertama manusia ke bulan lagi sejak 1972.

“Kami akan kembali ke bulan demi penemuan ilmiah, keuntungan ekonomi dan inspirasi bagi generasi baru para penjelajah,” kata administrator NASA Jim Bridenstine dalam sebuah pernyataan di website NASA seperti dilansir DW.

Proyek itu diperkirakan menelan biaya $28 miliar, lapor AFP. Kongres Amerika Serikat harus menyetujui anggaran itu, yang sudah ditetapkan Presiden Donald Trump sebagai prioritas tinggi.

Berbicara kepada para reporter, Bridenstine mengatakan NASA “berada di jalur untuk untuk pendaratan di bulan tahun 2024” sepanjang Kongres AS menyetujui anggaran $3,2 miliar sebelum Natal tahun ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Misi yang diberi nama Artemis itu akan dilakukan dalam beberapa fase, dimulai dari peluncuran kendaraan antariksa tak berawak Orion pada November 2021.

Pada fase kedua dan ketiga astronot akan mengitari bulan dan mendarat di permukaannya.

Sama seperti pesawat antariksa Apollo 11 yang pertama kali membawa manusia ke bulan pada 1969, fase dalam misi Artemis melibatkan pendaratan di permukaan bulan. Misi itu akan berlangsung selama sepekan –lebih lama dari Apollo- dan mencakup lima aktivitas di luar kendaraan.

Kendaraan antariksa itu juga akan menjejaki bulan di bagian Kutub Selatan, yang selama ini belum pernah dijamah manusia.

“Sains yang akan kita lakukan [dalam misi ini] sangat berbeda dengan apa yang pernah kita lakukan sebelumnya,” kata Bridenstine. “Kita harus ingat bahwa di era Apollo, kita mengira bulan itu kering kerontang. Sekarang ini kita mengetahui bahwa ada banyak air es dan kita tahu itu berada di Kutub Selatan,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:antariksabulankutub selatanNASA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPD Hidayatullah KBB Melantik Organisasi Kepemudaan
Tulisan selanjutnya Eks Menteri Pertahanan Jadi Presiden Interim Mali

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Suriah Angkat Pemimpin YPG Jadi Penasihat Kepresidenan

Berita
29 Agustus 2026 09:20
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?