Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Serbia dan Montenegro Saling Usir Duta Besar

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 November 2020 11:29 11:29 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 November 2020 11:29
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Montenegro dan Serbia saling mengusir duta besar berkaitan dengan perselisihan sejarah yang terjadi lebih dari satu abad silam.

Dubes Serbia untuk Montenegro Vladimir Bozovic menyebut keputusan oleh otoritas Montenegro pada tahun 1918 untuk bergabung dengan Serbia sebagai “pembebasan.”

Akibatnya, Bozovic dituding “mencampuri urusan dalam negeri Montenegro” dan diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu, lapor BBC Ahad (29/11/2020).

Dubes Montenegro untuk Serbia Tarzan Milosevic juga diusir.

Pada 1918 diputuskan bahwa Montenegro akan menjadi bagian dari Kerajaan Bangsa Serbia, Kroasia dan Slovenia, yang kemudian dikenal sebagai negara Yugoslavia. Pada tahun 2006, Montenegro memproklamasikan kemerdekaan, menjadi negara berdaulat untuk pertama kalinya sejak berakhirnya Perang Dunia I.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bozovic mengeluarkan pernyataan kontroversial itu dalam sebuah pertemuan yang dihadiri delegasi Serbia dan Montenegro. Dia menyebut keputusan tahun 1918 sebagai “ekspresi bebas dari keinginan rakyat untuk bergabung dengan bangsa moyangnya yaitu Serbia.”

Kementerian Luar Negeri Montenegro mengatakan Bozovic telah “menyepelekan negara tuan rumah yang memberikannya kekebalan diplomatik.”

Kemenlu Montenegro juga mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan sejumlah peringatakan lisan dan tertulis kepada diplomat senior Serbia itu.

Sebagai aksi balasan, Serbia mengusir Tarzan Milosevic dari tempat tugasnya.

Pemerintah Montenegro saat ini yang akan segera berakhir masa baktinya, yang memutuskan untuk mengusir Bozovic, akan digantikan dengan kabinet yang terdiri dari partai-partai pro-Serbia yang menang tipis dalam pemilu Agustus 2020. Pemerintahan baru itu dijadwalkan akan mulai berkantor pekan depan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Duta BesarMontenegroserbiaYugoslavia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Kekuatan Figur Ayah dan Ibu dalam Membentuk Kepribadian Anak
Tulisan selanjutnya Laporan: Putra Mahkota Arab Saudi MBS Ingin Menormalisasi Hubungan dengan ‘Israel’ setelah Biden Menjabat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?