Hidayatullah.com–Italia baru saja meluncurkan sebuah kampanye online, yang menarget penduduk negara-negara asal imigran agar tidak menjadi pengungsi dan melakukan perjalanan yang berbahaya.
Italia pada Jumat meluncurkan kampanye agresif di internet, TV, radio dan media sosial untuk memperingatkan imigran Afrika akan banyaknya bahaya yang mereka hadapi untuk mencapai Eropa.
Kampanye berjuluk “Migrant Aware” (Sadarilah Imigran) yang menghabiskan dana mencapai 1,5 juta euro itu menarget 15 negara di Barat dan Afrika Utara yang menjadi sumber-sumber besar gelombang migrasi, dikutip media lokal, thelocal.it, Kamis (28/07/2016).
Kampanye itu memberi gambaran pada imigran penderitaan mereka di tangan penyelundup atau bahaya jika menyebrang melalui Mediterania.
Menteri Dalam Negeri Angelino Alfano, meluncurkan proyek yang bekerja sama dengan Kantor Migrasi Internasional (IOM) itu mengatakan meningkatnya jumlah imigran yang pergi ke Eropa untuk “mengejar mimpo, tetapi berakhir dengan mimpi buruk”.
Dia memberi contoh wanita yang diperkosa di depan suami mereka di Libya, atau imigran yang melihat orang tercintanya mati karena kehausan di padang pasir atau karena tenggelam di laut. “Apakah mereka tahu tentang semua itu sebelum mereka pergi?” dia bertanya.
Berdasarkan jumlah yang dirilis oleh kementerian dalam negeri pada 2 Juli, 70.930 orang mencapai Italia antara Januari dan Juni tahun ini. Sedangkan jumlah kedatangan imigran pada tahun 2015 hanya 153.000.
Mayoritas Mengungsi ke Negara Arab, Sebagian Kecil ke Eropa [1]
Sejak 2014, lebih dari 10.000 imigran yang tewas atau tenggelam dalam perjalanan ke Eropa melalui laut, kebanyakan imigran kehilangan nyawa mereka di tengah laut Mediterania, menurut data dari Komisioner Tinggi untuk Pengungsi PBB (UNHCR).*/Nashirul Haq AR