Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mayoritas Anggota Kongres Spanyol Dukung RUU Euthanasia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Desember 2020 10:20 10:20 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Desember 2020 10:20
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Anggota legislatif Spanyol hari Kamis (17/12/2020) sebagian besar mengakui hak untuk euthanasia dengan persyaratan ketat, meskipun ada penentangan dari Gereja Katolik dan kelompok kanan.

Rancangan undang-undang yang diajukan pemerintah itu mendapat dukungan suara 198 versus 138 menolak, sementara 2 abstain dalam pembahasan pertama di  majelis rendah parlemen Spanyol Congreso de los Diputados.

RUU itu masih harus mendapat persetujuan dari Senat tahun depan, lansir Euronews.

Dua partai yang tergabung dalam koalisi pemerintah, Partai Sosialis dan partai populis sayap kiri Podemos, memilih mendukung RUU itu bersama dengan sekutu mereka dari partai-partai pro-kemerdekaan Catalonia dan kaum liberal Ciudadanos.

Partai kaum konservatif Partido Popular dan sayap kanan-jauh Vox menentang RUU tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Usulan undang-undang euthanasia itu menyebutkan bahwa orang yang menderita penyakit serius, yang membuatnya cacat permanen atau penyakit yang tidak dapat disembuhkan diperbolehkan untuk meminta bantuan orang lain untuk mengakhiri hidupnya apabila orang tersebut memintanya guna mengakhiri penderitaannya.

Permintaan itu harus dibuat secara tertulis dan diulangi lagi 15 hari kemudian. Permintaan tersebut harus mendapatkan persetujuan dua dokter yang kemudian akan dikaji lebih lanjut oleh sebuah komite.

Hak “keberatan berdasarkan hati nurani” diberikan kepada tenaga-tenaga profesional kesehatan untuk menolak ikut ambil bagian dalam proses euthanasia.

Biaya euthanasia akan ditanggung oleh jaminan sosial yang diberikan oleh negara.

“Sebagai sebuah masyarakat, kita tidak dapat tinggal diam melihat penderitaan tak tertahankan yang dialami sebagian orang,” kata Menteri Kesehatan Salvador Illa, menanggapi suara tidak setuju terhadap RUU tersebut.

Politisi Partido Popular Jose Ignacio Echaniz mengatakan RUU itu merupakan “kekalahan bagi semua orang, kegagalan bagi sistem kesehatan dan masyarakat kita.”

Menurut Echaniz, daripada membantu orang untuk mengakhiri hidupnya lebih baik pasien itu diberikan obat penghilang rasa sakit.

Menyusul hasil pemungutan suara di Kongres tersebut, Vox mengumumkan akan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Sejak berkuasa pada 2018, pemerintah Sosialis sudah dua kali berusaha meloloskan RUU euthanasia tetapi selalu gagal.

Saat ini euthanasia berupakan tindakan pidana dengan ancaman hukuman penjara 2 sampai 10 tahun, yang dapat dikurangi jika orang yang bersangkutan merupakan penderita penyakit serius dan meminta agar dimatikan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:euthanasiaSpanyol
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Uji Klinis Vaksin Covid-19 Harus Objektif, Profesional, dan Independen
Tulisan selanjutnya Forum Ulama Jakarta Minta Hakim Tunggal Sidang Praperadilan HRS Berlaku Adil

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?