Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Erdogan Minta Parlemen Kembalikan Hukuman Mati

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Maret 2017 18:51 6:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Maret 2017 11:19
Bagikan
Islamofobia barat
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan
Bagikan

Hidayatullah.com–Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan bersikeras akan dengan cepat setuju pelaksanaan hukuman mati setelah referendum konstitusi baru. Dia berharap agar hukuman mati itu disetujui usai referendum bulan depan.

Erdogan menyampaikan hal ini pada Sabtu (18/03/2017) waktu setempat. Referendum bulan depan itu dipandang banyak pihak bisa mengakhiri pertaruhan Ankara dalam keanggotaan di Uni Eropa, demikian dilansir AFP, Ahad (19/3/2017).

“InsyaAllah, setelah proses pemungutan suara pada 16 April selanjutnya, Parlemen akan melakukan semua yang diperlukan untuk melaksanakan kalimat,” katanya di depan pendukung di Canakkale, kemarin.

Erdogan mengatakan reformasi konstitusi, menjamin stabilitas dan keamanan sistem politik Turki, sehingga membuatnya berdiri kuat dengan negara-negara lain di seluruh dunia.

Baca: Ribuan Kaum Perempuan Turki Pro Referendum Dukung Erdogan

Turki secara total menghapuskan hukuman mati pada 2004 sebagai bagian dari upaya untuk bergabung dengan Uni Eropa. Jika hukuman mati kembali muncul, kemungkinan besar harapan Turki untuk bergabung dengan Uni Eropa akan sirna. Blok Uni Eropa telah jelas bersikap, upaya untuk mengembalikan hukuman mati akan menghancurkan keanggotaan Turki.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejak 25 Oktober 1984 belum pernah ada hukuman mati di Turki, tepatnya setelah pemimpin sayap kiri Hidir Aslan digantung akibat kudeta militer pada 1980.

Baca: Inilah Negara-negara Yang Menggunakan Hukuman Mati

Setelah hukuman mati dilarang, kepala separatis Kurdi Abdullah Ocalan — dan beberapa lainnya – pernah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Turki.

Erdogan juga mengemukakan ide pengembalian hukuman mati usai terjadinya kudeta gagal pada 15 Juli lampau. Dia menyarankan hal itu bakal mengembalikan keadilan kepada keluarga korban.

“Saya percaya, bila Tuhan menghendaki, setelah pemungutan suara pada 16 April, parlemen akan memperhatikan keinginan Anda terkait hukuman mati,” kata Erdogan dalam siaran televisi di kota Canakkale.

Untuk menjadi undang-undang, aturan itu perlu ditandatangani oleh kepala negara. Namun Erdogan mengatakan dia bakal meneken itu “tanpa keraguan”.*/MR Utama

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Erdoganhukuman mati di TurkiRecep Tayyip ErdoganReferendum TurkiUni Eropa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inggris Secara Resmi Memulai Proses Keluar dari Uni Eropa 29 Maret
Tulisan selanjutnya Sidang Ahok ke-15, Umat Islam Diminta Terus Kawal Kasus Penistaan Agama

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September

Berita
31 Agustus 2026 20:47
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang

Terbaru

  • Amerika Serikat Klaim Tembak Jatuh 300 Drone Kartel Narkoba di Perbatasan Meksiko
  • Seoul Pikir-pikir untuk Ikut Amerika Serikat Mengamankan Selat Hormuz
  • Suriah Musnahkan Senjata Kimia Era Rezim Bashar Al-Assad
  • Banjir Nepal: Malaysia Kirim Tim SAR Cari Warganya
  • Khawatir Antibiotik Uni Eropa Hentikan Impor Daging Brazil
  • Amerika Setujui Kemungkinan Penjualan Senjata ke Arab Saudi Bernilai $5 Miliar Lebih
  • Tak Sekedar Larang Azan, ‘Israel’ Sedang Menjalankan Proyek Yudaisasi Masjid Ibrahimi
  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?