Hidayatullah.com– Presiden Turki mengecam gerakan LGBT negaranya di tengah gelombang demonstrasi mahasiswa. Dilansir BBC pada Rabu (03/02/2021), Presiden Recep Tayyip Erdogan memuji gerakan pemuda Partai AKPnya karena tidak menjadi “pemuda LGBT” dan “mengusung sejarah kekayaan negara ini”.
Pada hari Sabtu empat mahasiswa ditangkap di Istanbul atas karya seni yang dilaporkan menggabungkan simbol LGBT dengan gambar situs Islam. Setelah pidato Erdogan, demo kembali terjadi di Universitas Bogazici.
Sebanyak 159 orang ditahan pada hari Senin meskipun sekitar 100 orang dibebaskan keesokan harinya.
Homoseksualitas secara hukum legal di Turki tetapi penolakan resmi terhadap komunitas LGBT telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.
Baca: Turki Resmi Larang Segala Kegiatan LGBT
Pawai LGBT Istanbul Pride dilarang selama lima tahun berturut-turut hingga 2019. Covid-19 mencegah upaya apa pun untuk mengadakannya pada tahun 2020.
Dalam sebuah video yang disiarkan kepada anggota Partai AK pada hari Senin, presiden Turki mengatakan akan membawa pemuda Turki ke masa depan
“Kami akan membawa anak-anak muda kita ke masa depan, bukan sebagai pemuda LGBT, tetapi sebagai pemuda yang ada di masa lalu bangsa kita yang gemilang,” katanya. “Kalian bukan pemuda LGBT, bukan pemuda yang melakukan tindakan vandalisme. Sebaliknya, kalian yang memperbaiki hati yang terluka,” tambah dia.
Dalam pidatonya di bulan Juli tahun lalu, Erdogan menuduh aktivis LGBT merusak “nilai-nilai nasional dan spiritual kami” dan “meracuni” kaum muda. Pernyataan terakhirnya menyusul protes berminggu-minggu di Universitas Bogazici atas pengangkatan Prof Melih Bulu sebagai rektor.
Baca: Protes Penunjukan Rektor Pro-AKP, Mahasiswa Turki Sandingkan Bendera LGBT dengan Gambar Ka’bah
Aktivis mengatakan dia memiliki hubungan dekat dengan AKP, partai berkuasa yang menjunjung nilai-nilai Islam.
Pada hari Jumat, pengunjuk rasa menggantung gambar di seberang kantor rektor baru yang menggambarkan Ka’bah, salah satu situs paling suci Islam, dan disandingkan dengan gambar bendera pelangi LGBT. Para mahasiswa yang ditangkap pada hari Sabtu itu dituduh “menghasut kebencian”.
Dalam ciutan yang diunggah pada hari Selasa, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu menyebut keempat tersangka “LGBT menyimpang”. Twitter menandai unggahan yang mengatakan itu melanggar “aturan tentang perilaku kebencian”, tetapi menambahkan bahwa itu akan tetap dapat diakses karena alasan kepentingan publik.*