Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di New York City Beredar Varian Baru Coronavirus B.1.526

Ama Farah
Terakhir diupdate: 25 Februari 2021 11:39 11:39 am
Ama Farah
Dipublikasikan 25 Februari 2021 11:39
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Coronavirus varian baru diketahui sedang merebak di New York City, kata peneliti.

Coronavirus itu, yang disebut sebagai B.1.526, pertama kali terinfeksi pada sampel yang diambil di New York pada bulan Desember 2020. Sampai pertengahan Februari diketahui varian baru itu mencakup sekitar 12% kasus, kata peneliti di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons, hari Rabu (24/2/2021) seperti dilansir The Guardian.

Kantor berita Reuters melaporkan bahwa varian itu dipaparkan dalam hasil riset yang dipublikasikan online oleh California Institute of Technology. Belum ada di antara hasil studi itu yang sudah dikaji ulang oleh pakar luar.

Peneliti dari Columbia University mengatakan analisis terhadap database yang tersedia bagi publik tidak menunjukkan prevalensi tinggi dengan varian coronavirus yang belum lama ini ditemukan di Afrika Selatan dan Brazil pada sampel-sampel yang diambil dari wilayah NY City dan sekitarnya.

“Justru kami menemukan jumlah yang banyak dari turunan yang berkembang di dalam negeri ini,” kata Dr. Anne-Catrin Uhlemann, assisten profesor bidang penyakit menular di College of Physicians and Surgeons di Columbia University, Dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Hasil studi Columbia menemukan bahwa B.1.526 memiliki beberapa karakteristik mengkhawatirkan yang sama dengan B.1.351, varian yang pertama di temukan di Afrika Selatan, serta P.1 yang ditemukan di Brazil. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa varian-varian baru itu lebih kebal terhadap sejumlah vaksin yang ada saat ini dibandingkan varian coronavirus sebelumnya.

Peneliti mengatakan hal yang mengkhawatirkan adalah perubahan atau mutasi di area mahkota protein virus yang disebut E484K, yang terdapat di semua tiga varian baru itu. Mutasi E484K ini diyakini mampu memperlemah respon imun tubuh terhadap coronavirus.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronaviruscovid-19New Yorkvarian baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Pandangan Empat Madzhab Dalam Hukum Puasa Rajab
Tulisan selanjutnya Pimpinan MTA Meninggal Dunia pada Usia 72 Tahun

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?