Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mahasiswa Internasional di 3 Universitas Besar di London Mogok Bayar Uang Kuliah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Maret 2021 19:30 7:30 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Maret 2021 19:16
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Ratusan mahasiswa internasional di tiga universitas besar di London, Inggris, menolak membayar uang kuliah karena mereka belajar kebanyakan dari kamar tidur dan harga pendidikan yang mencapai £29.000 setahun tidak pantas.

Dilansir The Guardian Sabtu (13/3/2021), lebih dari 300 mahasiswa Royal College of Art, dua pertiga di antara berasal dari luar negeri, melancarkan aksi mogok bayar kuliah pada bulan Januari, sebagai upaya mendesak pihak universitas agar membuat kebijakan refund untuk perkuliahan tahun lalu yang nyaris seluruhnya terkendala pandemi Covid-19.

Para mahasiswa internasional, yang membayar £29.000 setahun untuk program pendidikan tingkat master (S2) di RCA, nekat melakukan aksi mogok itu meskipun visa mereka terancam dicabut. Setelah ada surat dari pihak perguruan tinggi yang mengancam akan menskors mereka, sebagian gentar, tetapi Wakil Rektor RCA Paul Thompson Dalam rapat tanggal 4 Maret mengkonfirmasi 93 mahasiswa masih menolak untuk membayar uang kuliah. Mahasiswa yang melakukan aksi mogok pekan ini lewat email diberitahu bahwa mereka akan diskors jika tidak melunasi uang kuliah sampai hari Senin.

Sementara itu, di Soas University of London, Di mana mahasiswa tingkat sarjana membayar  £18.630 setahun, sekitar 100 mahasiswa enggan melunasi uang kuliah; mogok bayar SPP juga terjadi di Goldsmiths, University of London.

Syahadah Shahril, mahasiswa program master asal Singapura yang belajar di University of the Arts London yang juga ketua kelompok mahasiswa Pause or Pay, membantu penyelenggaraan aksi mogok itu dan berencana melakukan seruan pra-mogok pada hari Senin dengan target para mahasiswa internasional di kampusnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Shahril mengatakan mahasiswa seni terapan dan desain di UAL dan RCA kesulitan ketika harus melakukan praktik.

“Saya melihat mahasiswa-mahasiswa terpaksa melakukan pencairan logam di rumah dan tangannya terbakar, ada juga yang terpaksa melukis di tempat yang sempit tanpa ventilasi,” ujarnya.

“Para mahasiswa kerepotan menyewa studio swasta yang tidak sanggup dibayarnya.”

Kebanyakan uang kuliah mahasiswa Inggris, £9.250 setahun, dibayarkan ke universitas oleh Student Loans Company, sehingga mereka tidak dapat menahan uang pembayaran kecuali didepak dari kampus. Akan tetapi, mahasiswa internasional yang membayar jauh lebih mahal dan mahasiswa tingkat master membayar secara langsung, dan karena itu aksi mogok bayar itu bisa mempengaruhi kocek universitas.

Isaac Jones (bukan nama asli), seorang mahasiswa master di Goldsmiths, berkata, “Para mahasiswa internasional yang berbicara dengan saya mengaku sangat tersinggung. Mereka menerima perlakuan tidak menyenangkan dan mereka tidak senang diperlakukan seperti sapi perah.”

Mereka berharap pihak kampus tidak melaporkan para mahasiswa internasional yang melakukan aksi protes yang berisiko pada visanya, sebab mereka tidak ingin reputasinya di luar negeri rusak.

Jones mengatakan para mahasiswa di Goldsmiths berpendapat seharusnya pihak kampus melobi pemerintah agar dilakukan refund uang kuliah secara nasional.

Seorang mahasiswi Jerman di RCA, yang menolak membayar uang setengah dari uang kuliahnya £12.600 untuk tahun ini sejak Januari, mengatakan bahwa para mahasiswa sangat kecewa.

“Sungguh luar biasa uang kuliah bagi kami sebenarnya justru menjadi naik selama Covid.”

Sebagai mahasiswi seni terapan dia tidak bisa melakukan praktik yang membutuhkan studio dan fasilitas lain, dan justru lebih banyak belajar dari dalam kamar tidurnya.

Simon Marginson, profesor  pendidikan tinggi di University of Oxford, mengatakan bahwa butuh keberanian bagi mahasiswa internasional untuk melakukan protes, sebab tindakan itu dapat mempengaruhi status visanya dan ketergantungan terhadap “kebaikan institusi tempatnya berkuliah” menjadikan mereka rentan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:inggrisLondonmahasiswa internasional
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Farmasis Indonesia: BPOM Sudah Tepat, Jangan Terburu-buru Menyetujui Vaksin Nusantara
Tulisan selanjutnya Amien Rais Sering Kritik Presiden Jokowi, Amien Rais: Saya Ingin Melihat Negeri ini Makin Bagus

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?