Hidayatullah.com–Pemberontak Houthi menolak tawaran gencatan senjata terbaru dari Arab Saudi di Yaman. Houthi juga menyatakan hal tersebut sebagai “bukan hal baru”, The New Arab melaporkan.
Pemberontak Houthi Yaman pada Senin (22/03/2021) menolak tawaran gencatan senjata Arab Saudi dan bersikeras bahwa blokade udara dan laut harus dicabut terlebih dahulu. Hal itu setelah kerajaan membuat serangkaian proposal untuk mengakhiri perang.
“Arab Saudi harus menyatakan diakhirinya agresi dan mencabut blokade sepenuhnya, tetapi mengajukan gagasan yang telah dibahas selama lebih dari setahun bukanlah hal baru,” ungkap juru bicara Houthi Mohammed Abdulsalam, menurut televisi pemberontak Al-Masirah.
Riyadh mengumumkan inisiatif gencatan senjata pada Senin pagi, di tengah serangan yang sedang berlangsung oleh Houthi di kota Marib di selatan Yaman.
Proposal tersebut mencakup pembukaan kembali sebagian bandara internasional Sanaa dan kebangkitan mekanisme pembagian kekuasaan antara pemberontak yang berbasis di Sanaa dan pemerintah Yaman.*