Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan PM Belanda: Para Pemimpin Eropa Tidak Mempercayai Netanyahu

Ahmad
Terakhir diupdate:
Ahmad
Dipublikasikan 8 Maret 2011 13:40
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Karpet merah tidak digelar untuk menyambut Dries van Agt setibanya di Bandara Ben-Gurion, Israel. Penyebabnya Perdana Menteri Belanda pada tahun 1977-1982 ini sekarang dikenal sebagai salah satu pengkritik berat terhadap Israel.

Kunjungan ini, tidak seperti kunjungannya dulu, bertujuan menyatakan dukungannya bagi rakyat Palestina di bawah pendudukan dan memberikan dorongan ke proses perdamaian dengan Israel.

Dalam satu artikel yang dimuat Haaretz, Selasa (8/3), Van Agt adalah salah satu dari 26 tokoh Eropa yang menyerukan kepada Uni Eropa pada bulan Desember lalu untuk pengakuan atas negara Palestina, yang mencakup area 100 persen atas wilayah yang diduduki Israel pada tahun 1967 dengan ibukota Al Quds Timur (Jerusalem Timur).

Penandatangan termasuk mantan Kepala Urusan Pertahanan dan Luar Negeri Uni Eropa, Javier Solana, dan para mantan pemimpin Jerman, Spanyol, Italia, dan Irlandia.

Para mantan pemimpin itu mendesak Kepala Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Luar Negeri dan Keamanan Catherine Ashton mengambil peran aktif untuk mencairkan perundingan dan membekukan pembangunan permukiman Israel di wilayah Palestina.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Mereka pun menyatakan bahwa para tokoh kunci Amerika mengisyaratkan kepada mereka bahwa cara terbaik untuk membantu Presiden AS Barack Obama memajukan proses perdamaian adalah membuat Israel membayar “harga” untuk kebijakannya yang bertentangan dengan keinginan Amerika Serikat.

Harga tersebut diwujudlkan dalam bentuk pengakuan Uni Eropa atas negara Palestina di wilayah sebelum tahun 1967, sebagaimana pengakuan yang telah dilakukan oleh beberapa negara Amerika Selatan.

Kamis (3/3) lalu, sesaat sebelum berbicara kepada rakyat Palestina di Betlehem dan sebelum lepas landas untuk terbang kembali ke Amsterdam, van Agt, memberi gambaran tentang Uni Eropa yang putus harapan atas penyelesaian konflik Palestina-Israel.

Tokoh berusia 80 tahun itu mengatakan, dalam percakapan telepon antara Kanselir Jerman Angela Merkel dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menunjukkan Uni Eropa telah terbangun dari mimpi kemungkinan pemimpin Israel akan berubah.

Van Agt pun menceritakan tentang pertanyaan seorang anggota Parlemen Inggris kepada Perdana Menteri Inggris David Cameron, apakah Netanyahu menelepon London ketika Inggris di PBB memberikan suara mengutuk permukiman, Cameron mengatakan, ia tidak dihubungi.

Tetapi Netanyahu telah menyampaikan keluhan padanya, apakah ia (Israel) nantinya akan mendapat balasan yang sama seperti ketika mendapatkan dari Berlin (maksudnya, apakah akan ada lagi Holocaust jilid kedua bagi orang-orang Yahudi).

“Sebagian besar pemimpin Eropa, terutama dari  negara-negara besar semacam Prancis, Inggris, dan Jerman – telah menyatukan perasaannya untuk tidak lagi bisa mempercayai Netanyahu,” kata van Agt. “Dia telah menyia-nyiakan kepercayaan yang diberikan oleh Eropa, setelah pidatonya di (Universitas) Bar-Ilan, dan mengubahnya menjadi kata-kata kosong.”

Namun, van Agt mengharapkan negara Eropa untuk bergabung dengan negara-negara Amerika Selatan, mengikuti Norwegia, yang bukan anggota Uni Eropa. Dia mengatakan, sangat percaya Spanyol akan menjadi negara Uni Eropa pertama yang mengikuti jejak (Perjanjian) Oslo.

Tapi dia  tidak memberi harapan banyak untuk terjadinya efek domino. Negarawan Belanda ini, yang percaya Eropa punya beban khusus kepada  orang-orang Palestina karena mereka adalah korban dari korbannya Holocaust, tidak percaya jalan keluar akan datang dari Eropa.

“Uni Eropa adalah segalanya, tapi harus utuh,” katanya.

Dia menyebut negara-negara dari Eropa Tengah  telah menjadi “budak” Amerika Serikat. Negara-negara itu akan melaksanakan perintah guna menggagalkan sebuah konsensus yang dihasilkan Uni Eropa untuk mengakui negara Palestina di PBB pada  September mendatang.

Hambatan tertinggi, kata van Agt, juga berasal dari negara asalnya Belanda. “Kombinasi dari perasaan bersalah (terhadap Palestina) dan Islamophobia yang dibuat politisi Belanda, telah menjadi perlindungan bagi Israel di Eropa.

Sebagai bukti, tidak utuhnya suara di parlemen Belanda untuk resolusi terhadap pemukiman ilegal, pada malam penentuan resolusi pemukiman ilegal di PBB. Sementara seluruh duta besar Eropa di Dewan Keamanan mendukung resolusi.

Parlemen Belanda justru menyerukan kepada Uni Eropa untuk menentang pengakuan negara Palestina. Dan Palestina dituntut untuk kembali ke meja perundingan guna mewujudkan resolusi konflik, dengan  mengakui negara Yahudi. Tidak sepatah kata pun Belanda menyebutkan resolusi tentang permukiman.

“Tidak heran kemudian tidak kurang dari 20 diplomat Israel bersaing untuk merebut  posisi duta besar ke Den Haag,” katanya.*

Keterangan foto: Perdana Menteri Benyamin Netanyahu.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DKI Tak Keluarkan Aturan Pelarangan Ahmadiyah
Tulisan selanjutnya Bang Haji Desak Pemerintah Bubarkan Ahmadiyah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?