Hidayatullah.com—Tiga pria Italia ditangkap karena menjadi otak penculikan dua pengusaha yang disekap di Suriah selama tiga tahun.
Kasus penculikan palsu yang berubah menjadi sungguhan itu bermula pada tahun 2016, ketika tiga pria yang ditangkap itu – semua berasal dari Provinsi Brescia – berhasil membujuk dua pengusaha dari daerah itu agar melancong ke Turki, lapor Agence France-Presse (AFP) Rabu (31/3/2021).
Salah satu pengusaha tersebut, Alessandro Sandrini, berhasil diyakinkan agar bersedia mengarang penculikan dirinya selama perjalanan itu, dan memperoleh uang tebusan.
Pengusaha satunya, Sergio Zanotti, bersedia melakukan perjalanan ke Turki setelah diiming-imingi bisnis mata uang Iraq.
Sesampainya di Turki, kedua pengusaha itu justru benar-benar disekap di daerah dekat perbatasan Suriah dan kemudian dibawa masuk wilayah Suriah, di mana mereka ditawan oleh kelompok bersenjata Hayat Tahrir al-Sham.
Menurut pernyataan polisi, ketiga pria Italia yang ditangkap memiliki rekan kerja di Turki, yang melakukan penculikan dan menyerahkan kedua korban ke tangan kelompok militan itu.
Zanotti pergi meninggalkan Italia pada April 2016 dan disekap sampai April 2019. Sandrini tiba di Turki pada Oktober 2016 dan dibebaskan pada Mei 2019.
Laporan berbagai media, yang mengutip sumber-sumber penyidikan, menyebutkan bahwa Sandrini dijeratdengan tuduhan penipuan dan memalsukan kejahatan yaitu penculikan terhadap dirinya sendiri, kasus yang kemudian mengarahkan pada penangkapan hari Selasa terhadap ketiga pria Italia tersebut.
Polisi mengatakan sebenarnya ada pengusaha ketiga yang dibujuk-rayu agar melancong ke Turki, tetapi di menit-menit terakhir dia mengundurkan diri, menolak naik pesawat yang akan membawanya ke Turki.*