Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Saran Otoritas Kesehatan Norwegia: Jangan Gunakan Vaksin AstraZeneca

Ama Farah
Terakhir diupdate: 16 April 2021 06:03 6:03 am
Ama Farah
Dipublikasikan 16 April 2021 06:03
Bagikan
Embargo Vaksin India
Bagikan

Hidayatullah.com—Norwegia hendaknya berhenti menggunakan vaksin coronavirus buatan AstraZeneca, kata otoritas kesehatan publik negara itu.

“Sekarang ada pengetahuan lebih signifikan tentang hubungan antara vaksin AstraZeneca dengan insiden langka dan serius rendahnya platelet, penyumbatan darah dan pendarahan dibandingkan ketika Norwegia memilih untuk memperpanjang penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca pada bulan Maret,” kata Geir Bukholm, direktur pengendalian infeksi di Institut  Nasional Kesehatan Publik Norwegia seperti dilansir Euronews Kamis (15/4/2021).

“Berdasarkan pengetahuan ini, kami membuat rekomendasi agar vaksin AstraZeneca disingkirkan dari program vaksinasi penting di Norwegia.”

Pada 11 Maret, otoritas kesehatan Norwegia menghentikan penggunaan vaksin AstraZeneca setelah beberapa orang penerima suntikan vaksin AstraZeneca dirawat di rumah sakit karena mengalami kombinasi penyumbatan darah dan rendahnya jumlah platelet, yang tiga di antaranya wafat.

Sejak itu beberapa negara lain melaporkan kasus serupa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Beberapa waktu lalu World Health Organization dan European Medicines Agency mengatakan bahwa efek samping yang ditimbulkan vaksin coronavirus buatan AstraZeneca lebih kecil dibandingkan manfaat yang diperoleh, sehingga tidak seharusnya vaksin itu ditinggalkan.

Akan tetapi Bukholm mengatakan bahwa sekarang, dengan adanya pengetahuan yang lebih signifikan tentang hubungan antara vaksin AstraZeneca dengan insiden penyumbatan darah dan rendahnya platelet, Norwegia seharusnya menghentikan penggunaan vaksin tersebut.

Institut itu memperkirakan penarikan vaksin AstraZeneca kemungkinan akan menunda pelaksanaan vaksinasi secara umum sekitar dua pekan.

Bukholm mengatakan tidak mudah bagi lembaganya untuk membuat rekomendasi itu. Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa pihaknya berkeyakinan bahwa langkah itu perlu diambil.

Mereka yang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin AstraZeneca diperkirakan akan ditawarkan suntikan vaksin lain sebagai dosis kedua.

Institut itu mengatakan akan menyampaikan infory lebih terperinci tentang program vaksinasi itu dalam beberapa pekan ke depan.

Baru-baru ini Denmark sudah mengumumkan tidak lagi menggunakan vaksin coronavirus buatan AstraZeneca dalam program vaksinasinya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AstraZenecacoronaviruscovid-19Norwegiavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemberontak Houthi Terus Serang Fasilitas Minyak dan Sistem Rudal di Arab Saudi
Tulisan selanjutnya Kabar Baik! Saudi Beri Sinyal Haji, Jamaah Indonesia Berpeluang Meski Terbatas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Fatwa Hukuman Mati bagi Koruptor Sudah Ada Sejak 2005, Tinggal Menjadi Hukum Positif

Berita
14 Juli 2026 15:30
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?