Hidayatullah.com—Gedung Putih berencana memindahkan lagi tahanan di penjara militer di Guantanamo sebelum Donald Trump resmi dilantik sebagai presiden pada 20 Januari. Trump sebagaimana diketahui bersumpah akan menghentikan pemindahan tahanan dari penjara AS yang rencana akan ditutup oleh Presiden Obama itu.
Gedung Putih hari Selasa (3/1/2017) mengumumkan akan melanjutkan pemindahan tahanan keluar penjara militernya di Teluk Guantanamo di Kuba, lapor Deutsche Welle.
“Saat ini saya perkirakan tambahan transfer akan diumumkan sebelum 20 Januari,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest. Presiden AS Barack Obama akan meninggalkan kantornya di Gedung Putih pada 20 Januari dan menyerahkan kursinya kepada Donald Trump.
Sebelum ada pernyataan oleh Earnest itu, Trump bercuit di Twitter, “seharusnya tidak akan ada lagi pembebasan [tahanan] dari Gitmo.”
Saat ini 59 tahanan masih mendekam di Guantanamo, yang 20 di antaranya sudah mendapatkan persetujuan untuk dipindahkan ke tempat lain. Sebagian besar dari tahanan di Guantanamo tidak pernah dikenai dakwaan meskipun sudah dikurung bertahun-tahun tanpa perintah pengadilan.
Sebuah sumber yang mengetahui masalah itu kepada Reuters mengatakan bahwa Obama berencana memindahkan sebanyak 18 tahanan.
Tidak lama setelah Obama mulai menjabat presiden AS pada Januari 2009, dia menyeru agar penjara di Guantanamo itu ditutup. Dia tidak bisa melaksanakan rencananya dengan mulus sebab kerap mendapat tentangan politik dari Kongres.
Penjara tersebut dibuka pada 2002 sebagai tahanan sementara untuk menampung orang-orang yang menurut Amerika Serikat adalah tersangka teroris asing. Perlakuan tidak manusiawi dan siksaan yang diterima para tahanan telah mengundang kecaman keras dari dunia internasional.*